Selamat datang ke blog Giving ministry

Giving Ministry (GM) merupakan sebuah pelayanan kerohanian yang bersifat INTERDENOMINASI yang berada dibawah naungan Yayasan Giving Indonesia (YGI).
DIdirikan oleh Nelson M.Panjaitan, di kota Medan-Indonesia, pada tanggal 31 Januari 2009.
VISI : Menjadi tempat persemaian bagi anak-anak Tuhan untuk menggali dan mengembangkan POTENSI baik secara PROFESIONAL dan APOSTOLIK agar berbuah dan siap memberkati kota Medan, Sumatera Utara, dan Indonesia.
Beberapa kegiatan Apostolik GM : Intensive Bible Course (IBC), Ibadah, Pendalaman Alkitab, Retreat, Seminar Rohani, KKR, Dll
Beberapa Kegiatan Profesional GM : KUB (Kelompok Usaha Bersama), Seminar Enterpreneur, Workshop, Pelatihan Wirausaha, Pelatihan Kecerdasan, dll.
Selain beberapa gereja dan gembala gereja bekerjasama dengan GM, beberapa kampus juga menjadi target pelayanan GM.

Minggu, 29 Januari 2012

GURU

Yakobus 3:1-12
Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kamu tahu bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat (Yakobus 3:1)

Filsafat Jawa mengatakan bahwa guru adalah digugu dan ditiru (ajarannya dipercayai dan hidupnya menjadi teladan) oleh muridnya. Jepang, negeri yang terkenal sangat maju teknologinya, juga mengakui betapa pentingnya peran guru. Ketika porak-poranda dalam perang dunia kedua, yang menjadi perhatian Kaisar Hirohito adalah: “Masih ada berapa banyak guru yang tersisa di Jepang?” Peran guru memang sangat sentral dalam peradaban hidup manusia di mana saja. Guru-guru yang berkualitas jelas akan menghasilkan generasi yang berkualitas pula.

Menarik sekali apa yang dikatakan Alkitab tentang guru: “...janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru...” Apa maksudnya? Apakah Alkitab tidak menganjurkan pengikut Kristus menjadi guru? Kalimat selanjutnya memberi penjelasan. Yakobus sedang memberikan peringatan agar orang tidak memandang ringan peran guru dan sembarangan saja mengajar orang lain. Jika seseorang mengajarkan hal yang salah, yang diajar jadi ikut sesat, karena itu Tuhan menuntut pertanggungjawaban yang lebih dari mereka yang menyebut dirinya sebagai guru (bandingkan peringatan ini dengan Matius 18:6).

Adakah dalam hari-hari ini kita diberi kesempatan untuk mengajar orang lain? Mungkin sebagai pemimpin, gembala, orangtua, atau bahkan seorang pengajar profesional. Mari memeriksa diri, apakah kita sudah pantas untuk digugu dan ditiru. Tindakan dan perkataan kita, dapat membawa orang-orang makin mengenal dan memuliakan Tuhan, atau sebaliknya, menjauh dan melakukan apa yang mendukakan hati-Nya

BAGIKANLAH TIDAK HANYA TUMPUKAN PENGETAHUAN
TETAPI JUGA KEHIDUPAN YANG MENYENANGKAN HATI TUHAN

Written by Susanto 

Tidak ada komentar:

Rekening Giving Ministry

No. 10 - 600 - 14-08-1981
Yayasan Giving Indonesia
Bank Mandiri Cab. Perintis Medan

Share it

Yang Paling Banyak Dibaca