Selamat datang ke blog Giving ministry

Giving Ministry (GM) : Sebuah pelayanan kerohanian yang bersifat INTERDENOMINASI yang berada dibawah naungan Yayasan Giving Indonesia (YGI).
Lahir di kota Medan-Indonesia, 31 Januari 2009.

VISI : Menjadi tempat persemaian bagi anak-anak Tuhan untuk menggali dan mengembangkan POTENSI baik secara PROFESIONAL dan APOSTOLIK agar berbuah dan siap memberkati kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia dan Bangsa-bangsa.

Tampilkan postingan dengan label Rivel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rivel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2012

Blood and Water (2)

Ketika Allah membangun Hawa dari tulang rusuk Adam, tidak perlu darah disitu, karena tidak perlu penebusan.

Tetapi ketika Kristus membangun Gereja dari tulangNya sendiri, disini perlu darah, untuk membeli mereka-mereka yang jatuh, dan membangun mereka menjadi satu mempelai. Pembelian mereka-mereka yang jatuh adalah dengan menggunakan darah, tetapi pembangunan gereja adalah menggunakan hayat (yang dilambangkan oleh air).

Hayat (eternal life) adalah tujuan akhir dari keselamatan Allah. Darah adalah tambahan, karena dosa. Jika manusia tidak jatuh dalam dosa, manusia masih perlu eternal life, yang dilambangkan oleh pohon hayat di Kejadian. Darah adalah bagi penebusan untuk membawa manusia kembali dalam posisi Adam, tetapi Air adalah membawa eternal life masuk kedalam Adam. Tuhan Yesus datang supaya manusia memperoleh hayat kekal Allah, dan memilikinya dalam kelimpahan. Dan karena dosa, maka darah diperlukan sebagai prosedur untuk membenarkan manusia-manusia yang jatuh, sehingga mereka punya posisi yang sah untuk menerima eternal life.

John 10:10 I have come that they may have life and may have it abundantly.

Ini sebabnya dulu aku pernah bertanya, apa tujuan akhir dari datangnya Tuhan Yesus. Masalah hayat ini tidak dapat dilihat dalam kekristenan hari ini. Kita kebanyakan hanya sampai pada darah, tetapi tidak bisa maju untuk melihat keselamatan oleh hayat. Mayoritas mengerti keselamatan oleh darah, tetapi tidak bisa sampai pada keselamatan oleh hayat. Padahal Paulus menekankan keselamatan yang kedua ini di Roma 5.10. Di Roma 5:10, kita bisa melihat keselamatan oleh darah (melalui kematian Putra), dan keselamatan oleh hayat.

Rom 5:10 For if we, being enemies, were reconciled to God through the death of His Son, much more we will be saved in His life, having been reconciled,

Semoga banyak orang kristen bisa melihat perkara ini, karena keselamatan oleh hayat adalah bagi pembangunan Gereja sebagai mempelai. Pembangunan Hawa surgawi hanya melalui keselamatan oleh hayat kekal Allah, yang didasarkan oleh penebusan darah. This is the goal in God's plan.

rivel

Blood and Water (1)

- Kita harus mengenal kebenaran, karena memberitakan kabar baik adalah memberitakan kebenaran.

- Kebenaran dalam pemulihan Tuhan sangat tinggi, salah satu contohnya adalah kidung kita, yang dapat dipakai untuk memberitakan kabar baik. Contohnya adalah kidung 1058 dalam bahasa Inggris: Rock of Ages, cleft for me,/ Let me hide myself in Thee;/ Let the water and the blood./ From Thy riven side which flowed,/ Be of sin the double cure,/ Save me from its guilt and power".

- Dalam kidung tersebut ada poin penting: 'air dan darah', 'double cure', dan 'kesalahan dan kuasa'. 'Double cure' mengacu kepada disembuhkannya dosa luaran oleh darah Kristus dan disembuhkannya natur dosa didalam kita oleh penyaluran hayat Kristus.

John 19:34  But one of the soldiers pierced His side with a spear, and immediately there came out blood and water.

- Ketika prajurit menombak Yesus, dari sisiNya keluar darah dan air. Darah adalah untuk penebusan, sedangkan air adalah untuk penyaluran hayat kekal.

- Darah Yesus adalah darah untuk membeli kita, mengampuni dosa2x kita, menyucikan dosa-dosa kita, membenarkan kita, menyucikan kita secara posisi, berbicara yang lebih baik bagi kita dihadapan Allah, menang atas Satan, darah Kristus yang berharga, dan darah ini juga adalah darah Allah sendiri (Acts 20:28).

- Kabar baik yang diberitakan dalam kekristenan hanya sampai mentok pada darah, tidak bisa melihat lebih jauh pada air. Injil yang ada dalam kekristenan tidak sampai pada renanca kekal Allah, yaitu penyaluran Allah tritunggal kedalam manusia, untuk membangun Mempelai perempuan. Kabar baik yang ada dalam pemulihan Tuhan, adalah kabar baik yang lengkap, yang maju sampai pada perampungan ekonomi Allah.

- Air mengacu pada hayat ilahi, adalah bagi keselamatan organik, untuk menghasilkan dan membangun gereja. Keselamatan organik adalah keselamatan dari natur dosa, yang berujung pada Yerusalem baru.

Gen 2:21 And Jehovah God built the rib, which He had taken from the man, into a woman and brought her to the man.
Matt 16:18 and upon this rock I will build My church

- Hawa dibangun dari tulang rusuk Adam. Hawa sepenuhnya adalah dari diri Adam, tidak ada unsur lain diluar Adam yang ditambahkan. Gereja dibangun dari hayat kebangkitan Kristus. Tulang Tuhan Yesus tidak dipatahkan ketika di kayu salib, yang melambangkan hayat kebangkitan yang tak retak, tak patah, tidak rusak. Gereja dibangun oleh hayat yang sedemikian, yang sepenuhnya berasal dari Kristus. Jika ada unsur lain yang ditambahkan selain Kristus, maka itu bukanlah mempelai perempuan Kristus.

- Dari satu baik kidung 1058, kita dapat memberitakan kabar baik yang tinggi, yang menjamah hasrat hati Allah. Karena itu kita perlu tersusun oleh kebenaran, bagi pemberitaan Injil Allah yang lengkap.

rivel

Agama vs God's economy

Dear saints,

Agama adalah melakukan sesuatu untuk Tuhan tanpa ada kenikmatan akan Kristus. Serohani apapun yang kita lakukan, jika tanpa ada kenikmatan akan Kristus, maka itu adalah agama. Jika kita sabar, baik hati, rendah hati, tetapi tanpa ada kenikmatan akan Kristus, maka itu adalah agama. Banyak orang Kristen berusaha menjadi pelaku Firman. Jika kita melakukan perintah Tuhan Yesus, tetapi tanpa ada kenikmatan akan Kristus, maka itu adalah agama. Sejak awal saya masuk dalam penghidupan gereja didalam pemulihan Tuhan, selalu yang ditekankan adalah menikmati Kristus melalui menyeru nama Tuhan, berkidung, dan doa baca. Bahkan sampai hari ini, terang itu tetap semakin kuat. Setiap bangun pagi, dimulai dengan menyeru nama Tuhan, melatih roh, mengontak Tuhan melalui FirmanNya. Setiap hari dalam melakukan segala hal, perlu menjaga kenikmatan akan Kristus. Dalam belas kasihanNya, kita semua masih menikmati Tuhan sampai hari ini, dan Tuhan melimpah ruah dari diri kita kepada orang lain. Haleluya!

cuplikan:
Religion teaches people to behave; it does not teach them to walk according to the Spirit. According to the Bible, instead of trying to improve our behavior, we should walk by the Spirit. We have been born of the Spirit. Now we need to receive grace to walk by the Spirit. Should your husband or wife offend you, simply walk by the Spirit. Do not try to suppress your temper or force yourself to be patient. That is mere outward behavior. What you need to do at such a time is to exercise the spirit to walk according to the Spirit. Do not say to yourself, “I must walk in a way that is worthy of the church life. If I lose my temper, it will be a shame to me. I must hold back my temper and behave in the proper way.” This is not God's economy—it is religion and ethics. God's economy is to make us His sons in an actual and practical way. For this, we must walk according to the Spirit. (Life-Study Galatians berita 44 - Witness Lee)


by Rivalino Tamaela

Senin, 06 Februari 2012

PELAYANAN YANG SEJATI - 7

Ada perkataan Tuhan di Matius, yang mengatakan, jika tingkah laku kita tidak lebih tinggi dari Farisi dan hukum Taurat, maka kita tidak akan bisa masuk kedalam Kerajaan Surga.

Karena itu kita juga perlu memperhatikan tingkah laku kita, dan ini haruslah bersumber dari hayat kekal yang telah kita terima sejak kita di lahirkan kembali. Tingkah laku ini seharusnya bukan diusahakan dari hayat manusia. Karena itulah kita perlu setiap hari memakan dan meminum Kristus. Sehingga apa yang kita lakukan, kita lakukan bersama dengan Dia. How to do that? Paulus berkata melalui iman dalam Anak Allah (gal 2:20)? Apa itu iman yang dimaksud Paulus? Iman disini adalah untuk menerima suplaian Roh (gal 3:2,5), yaitu makan dan minum Tuhan. Semoga Tuhan bisa membuka mata kita untuk melihat ini. Amin!

rivel

Jumat, 03 Februari 2012

PELAYANAN YANG SEJATI -5

Saya melihat perkataan Mahatma Gandhi mengacu kepada Kristen sebagai agama, bukan memperhidupkan Kristus. Karena Gandhi serpertinya menuntut bahwa orang Kristen harus hidup sama seperti Kristus. Kalau Gandhi melihat Kristus sebagai realitas, dia pasti telah menjadi Kristen, walaupun dia melihat hidup orang Kristen disekitarnya tidak mencerminkan siapa itu Kristus. Kita diselamatkan karena kita melihat Kristus dan diri kita yang berdosa, bukan melihat orang Kristen yang lain. Tetapi jika semua orang Kristen memperhidupkan Kristus, maka akan lebih banyak yang diselamatkan.
Jika seandainya Gandhi bertemu dengan Nikodemus di Yoh 3:1, mungkin dia akan mengatakan bahwa Nikodemus adalah Kristen sejati. Dia taat pada taurat, hidup dengan moral yang tinggi, dan seorang Farisi. Kita tahu bahwa Farisi sangat ketat dalam mengikuti ajaran2x Taurat.

Tetapi, Tuhan Yesus mengatakan sebaliknya, walaupun Nikodemus memperlihatkan moral yang baik, Tuhan mengatakan itu tidak ada artinya. Nikodemus perlu dilahirkan kembali, artinya menerima hayat yang lain. Nikodemus adalah seorang agamawan, yang hidup menurut Taurat. Tetapi itu bukan untuk sekedar hidup agamawan tujuan Tuhan Yesus datang.

Tuhan Yesus datang supaya kita menerima hayat yang kekal bahkan hayat yang berlimpah-limpah. Sangat berbeda dengan agama, misalnya Islam, dimana nabi M adalah contoh yang baik menurut mereka, sehingga tingkah laku pengikutnya mengikuti tingkah laku mister M. Tuhan Yesus datang sebagai hayat, sehingga Dia bisa hidup didalam kita. Ini sangat dalam.. sekali lagi, ini sangat dalam, dan mudah disalah pahami. Ada perbedaan besar 'mengikuti ajaran Kristus' dengan 'memperhidupkan Kristus'. Dan saya percaya bakal disalah pahami perkara ini.

Bunga mawar mengeluarkan bau yang harum, karena memiliki hayat bunga mawar. Tetapi ada juga bunga plastik yang bisa mengeluarkan wangi bunga mawar, tetapi wanginya tidak asli. Untuk itulah Kristus datang agar kita memiliki hayat kekal (Yoh 3:16) bahkan berkelimpahan (yoh 10:10), sehingga Kristus bisa hidup didalam kita menjadi ekspresi kita yang asli. Adalah mungkin kita hidup menurut ajaran Kristus, tetapi bukan Kristus yang hidup didalam kita, melainkan kita yang memperhidupkan pengajaran Kristus. Kita bisa hidup menurut Injil dan khotbah di bukit, tetapi tanpa Kristus yang hidup. Again, this is very deep.

Ya, saya sangat setuju dengan Ebit, bahwa kita tidak perlu menginstropeksi apakah kita sudah sempurna atau tidak, melainkan kita harus memberitakan Injil kapan saja. Saya menulis ini untuk membagikan bahwa kita tidak bisa bergantung pada perkataan kita akan doktrin mengenai Kristus, melainkan kita harus bergantung pada Roh yang berhuni diluar kita, dan Roh Kudus diluar kita. Tetapi bukan berarti kita tidak perlu doktrin mengenai Kristus, kita perlu, tetapi kesaksian kita bukan bergantung dari itu.

btw Ebit, thanks for posting this. Dengan demikian sharing itu terus bergulir :)

rivel

PELAYANAN YANG SEJATI -3

Ya, tepat sekali BROTHER EBITH. Ini adalah Amanat Tuhan, bahwa kita menjadi saksiNya.

Poinnya adalah mereka yang kita layani, juga mengalami Kristus yang terwahyukan, Kristus yang diperhidupkan, dan Kristus yang terbentuk didalam mereka. 

Ada perbedaan yang besar antara 'memberitakan tentang Kristus' dan 'memberitakan Kristus'. Kita tidak mau menjadi orang yang sekedar memberitakan tentang Kristus, atau saksi tentang Kristus. Kita harus menjadi saksi Kristus, memberitakan Kristus yang diwahyukan didalam kita, diperhidupkan, dan terbentuk didalam kita. 


Bedanya adalah yang pertama menceritakan tentang seseorang yang hidup 2000 tahun yang lalu.
Yang kedua memanifestasikan real Christ yang hidup *sekarang* dalam dirinya. 

Jangan salah sangka, kita tetap harus pergi dan berbicara, tetapi dalam pembicaraan kita, orang melihat Kristus yang hidup.

We are preaching the Living Person, not the story about that Living Person. So, experience Christ and preach Him !

rivel

PELAYANAN YANG SEJATI -1

Di dalam kitab Galatia kita bisa melihat beban Paulus dalam pelayanannya, yaitu melayankan Kristus. Kristus yang dilayankan kepada orang-orang bersifat progresif.

Gal 1:16  To reveal His Son in me that I might announce Him as the gospel among the Gentiles
Gal 2:20  but it is Christ who lives in me
Gal 4:19  travail again in birth until Christ is formed in you,

Pertama adalah Kristus yang diwahyukan didalam kita (Gal1:16), kemudian Kristus yang diperhidupkan didalam kita (Gal 2:20), dan pada akhirnya Kristus akan terbentuk didalam kita (Gal 4:19). Ini adalah fokus dari pelayanan Paulus. Kita bisa memiliki banyak pelayanan, tetapi jika fokusnya bukan untuk melayankan Kristus, maka pelayanan itu tidak terhitung. 
Kita seperti membangun dengan jerami dan rumput kering. Semoga Tuhan membuka mata rohani kita, bahwa yang terhitung dalam pelayanan adalah Kristus yang diwahyukan, Kristus yang diperhidupkan, dan Kristus yang terbentuk didalam kita dan orang-orang yang kita layani. Amin!

O Lord, open our spiritual eyes to see this.

further reading: Life-Study of Galatians chapter 23 - W. Lee
"Paul’s burden was not to carry on a Christian work, but was to minister Christ to the believers, to labor that Christ might be formed in them (v. 19). It is possible to work for the Lord and to help the saints, without having the burden to minister Christ to them. We may earnestly work for Christ without having any burden to see Christ formed in the saints.

Paul was in travail that Christ might be formed in the Galatians. Christ, a living Person, is the focus of Paul’s gospel. His preaching is to bring forth Christ, the Son of the living God, in the believers. This differs greatly from the teaching of the law in letters. Hence, the book of Galatians is emphatically Christ-centered. Christ was crucified (3:1) to redeem us out of the curse of the law (3:13) and rescue us out of the evil religious course of the world (1:4); and He was resurrected from among the dead (1:1) that He might live in us (2:20). We were baptized into Him, identified with Him, and have put on Him, have clothed ourselves with Him (3:27). Thus, we are in Him (3:28) and have become His (3:29; 5:24). On the other hand, He has been revealed in us (1:16), He is now living in us (2:20), and He will be formed in us (4:19). It is to Him the law has conducted us (3:24), and in Him we are all sons of God (3:26). It is in Him that we inherit God’s promised blessing and enjoy the all-inclusive Spirit (3:14). It is also in Him that we are all one (3:28). We should not be deprived of all profit from Him and so be severed from Him (5:4). We need Him to supply us with His grace in our spirit (6:18) that we may live Him."

rivel

Jumat, 27 Januari 2012

KASIH KARUNIA ADALAH MEMPERHIDUPKAN KRISTUS

Galatia 2:20-21  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.  Aku tidak menolak kasih karunia Allah.

Mahasiswa Medan yang tergabung di GM
Adalah bukan suatu kebetulan bahwa ayat 21 mengenai kasih karunia muncul setelah ayat 20. Kasih karunia di ayat 21 berhubungan dengan hidup oleh iman dalam Anak Allah di ayat 20. Hidup oleh iman dalam anak Allah adalah hidup yang memperhidupkan Kristus. Jadi, kasih karunia di ayat 21 adalah hidup yang membiarkan Kristus hidup didalam kita.

Paulus berkata bahwa dia tidak menolak atau meniadakan kasih karunia, itu artinya Paulus memperhidupkan Kristus. Kasih karunia adalah Allah Tritunggal melalui proses, rampung sempurna menjadi Roh Pemberi Hayat, tinggal didalam roh manusia untuk menjadi segala sesuatu bagi manusia. Kasih karunia adalah perkara Anak Allah yang tinggal didalam kita. Jika kita tidak memperhidupkan Kristus, itu artinya kita menolak atau meniadakan kasih karunia Allah.

Apa artinya Kristus sebagai Anak Allah tinggal didalam kita? Artinya kita tidak hidup lagi berdasarkan pengetahuan moralitas, pengajaran, konsep kita sendiri, budaya, melainkan kita hidup berdasarkan Kristus yang tinggal didalam roh kita. Jika kita menghormati orang yang lebih tua karena kita dididik demikian sejak kecil, maka itu bukanlah memperhidupkan Kristus. Itu adalah memperhidupkan etika moral manusia yang ditanam sejak kita kecil. Memperhidupkan Kristus artinya kita melakukan segala sesuatu penuh dengan kenikmatan akan Kristus. Paulus berkata bahwa Kerajaan Allah adalah perkara keadilbenaran, damai sejahtera, dan sukacita didalam Roh Kudus. Artinya, jika kita menikmati Kristus, maka kita spontan menghormati orang yang lebih tua disertai damai sejahtera dan sukacita didalam Roh Kudus.

Kasih karunia bukanlah sekedar pemberian cuma-cuma dari Allah. Kasih karunia adalah seorang Persona, yang dapat kita alami secara subyektif untuk menjadi segala sesuatu kita. Persona ini adalah Kristus yang berhuni didalam roh kita. Paulus menekankan di ayat 20, bahwa Kristus ini yang hidup didalam kita. Ini adalah Kristus yang subyektif! Haleluya! Ini adalah satu manusia baru, dimana sekumpulan manusia Allah secara korporat hidup berdasarkan Kristus yang berhuni, dan tidak lagi berdasarkan budaya, moralitas, pengetahuan.

Further reading: Life-Study Galatians, message 11 - Witness Lee
"If we would be those who do not nullify the grace of God, we need to abide in Christ (John 15:4-5). To abide in Christ is to remain in the processed Triune God. Furthermore, we need to enjoy Christ, especially by eating Him (John 6:57b). Then we should go on to be one spirit with Christ (1 Cor. 6:17), to walk in the Spirit (Gal. 5:16, 25), to deny the natural “I” (2:20), and to abandon the flesh (5:24). We should not be distracted by things such as the law, circumcision, the Sabbath, and dietary regulations. Rather, we should enjoy Christ and live with Him in one spirit. If we walk in spirit, deny the natural “I,” and abandon the flesh, we shall be those who do not nullify the grace of God.
We praise the Lord that in His recovery we are enjoying and experiencing His grace. Many Christians, however, are not in the experience of this grace. In Romans 5:2 Paul says that by faith we have access into this grace in which we stand. Let us stand fast in the grace into which we have entered." (Life-Study Galatians, message 11 - Witness Lee)

By : Rivel

Jumat, 06 Januari 2012

Doa yang memperhatikan kepentingan Allah terlebih dulu


Doa yang tertinggi adalah doa yang memperhatikan kepentingan Allah dibanding kepentingan manusia. Tuhan Yesus mengajarkan doa demikian:
Bapa kami yang di sorga,
dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu,
di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, (Matius 6:9-11)

Doa ini memiliki pola, yaitu doa yang terlebih dahulu memperhatikan nama Allah, kerajaan Allah, dan kehendak Allah. Dan baru kemudian keperluan manusia, dan bukan keinginan manusia yang haus akan kelimpahan material. 

Yesus mengajarkan supaya kita berdoa hanya untuk keperluan satu hari saja, yang mengindikasikan kehidupan yang hidup oleh iman. Umat kerajaan tidak seharusnya hidup oleh apa yang mereka simpan, melainkan hidup oleh iman, dari suplaian Bapa setiap hari.

Doa orang agamawan selalu berfokus pada manusia terlebih dahulu, doa kesuksesan, tanpa memperhatikan kepentingan Allah. Semoga kita bisa diselamatkan dari diri kita sendiri, dan dari konsep alamiah manusia kita. O Lord, I love You! We care of Your will on earth.

Salam
rivel
sahabat Giving

Sabtu, 24 Desember 2011

FAITH OF THE TRUTH

2 Thes 2:13 But we ought to thank God always concerning you, brothers beloved of the Lord, because God chose you from the beginning unto salvation in sanctification of the Spirit and belief of the truth,

Iman kita selalu berdasarkan kebenaran. Kebenaran apa yang kita miliki, maka hanya sampai disitulah iman kita. Jika kebenaran yang kita miliki adalah kebenaran diri kita sendiri, maka iman kita adalah iman diri kita sendiri.
Kebenaran harus datang lebih dahulu, baru iman muncul. Iman selalu berdasarkan kebenaran, bukan perasaan manusia, bukan harapan manusia. Seberapa sejatikah iman kita? tergantung dari seberapa sejati kebenaran yang kita miliki.
Come to the truth first, then you will have faith. Truth generates faith. So, enjoy the Lord and come to the full knowledge of the truth.

rivel
Sahabat Giving

Jumat, 23 Desember 2011

Maz 22 - 24

Hello,

Sadarkah kita bahwa sebenarnya mazmur 22-24 membicarakan kejadian mengenai Kristus yang berurutan?

Mazmur 22 - 24 adalah kumpulan mazmur yang mewahyukan Kristus dari ketersalibanNya sampai Dia menjadi Raja di jaman yang akan datang. Mazmur 22 membicarakan kematian Kristus, kebangkitanNya, dan saudara-saudaraNya yang di hasilkan dari kebangkitanNya untuk membentuk gerejaNya. Mazmur 23 membicarakan Kristus sebagai sang Gembala didalam kebangkitanNya. Mazmur 24 membicarakan Kristus sebagai Raja yang akan datang di dalam kerajaan Allah.

Khusus Mazmur 22, subyeknya adalah Kristus yang melewati kematian yang menebus dan masuk kedalam kebangkitan yang menghasilkan gereja. Mazmur 22 terbagi dua: ayat 1-21 memberikan gambaran detail mengenai Kristus didalam kematianNya, yang dilambangkan oleh Daud dalam penderitaannya; ayat 22-31 mengacu kepada Kristus didalam kebangkitanNya, yang dilambangkan oleh Salomo didalam pemerintahannya yang meraja.

rivel
Sahabat Giving Ministry

Selasa, 20 Desember 2011

Please tell to the world, that Jesus is Lord

Indonesia cukup beruntung memiliki undang-undang yang mewajibkan warganya untuk memiliki agama. Jadi sejak kecil mereka tidak teracuni oleh konsep atheis. Di tempat saya, yang high-tech, banyak sekali yang atheis. Mereka mengatakan bahwa Tuhan itu hanya imajinasi manusia untuk mencari sesuatu obyek sebagai pelampiasan keluh kesah.

Dari antara jutaan makhluk hidup yang Tuhan ciptakan, hanya manusialah yang memiliki roh. Roh yang diciptakan Allah membuat manusia mencari sesuatu yang dapat DISEMBAH dan BERSERAH, keingininan batini itu pasti ada didalam setiap manusia, tidak peduli latar belakang pendidikan, kekayaaan, etc.
Tetapi, kebanyakan akhirnya mendapatkan 'tuhan' yang salah, yang membuat mereka menciptakan agama yang bermacam-macam. Ini semua adalah muncul dari roh manusia yang tidak mendapatkan Kabar Baik yang sebenarnya. Akan tetapi manusia tidak mengerti MISTERI ini, bahwa ada organ didalam mereka yang membuat mereka mencari obyek yang disebut Tuhan, organ didalam mereka yang membuat mereka bisa menyesal, merasa bersalah. Perasaan-perasaan seperti ini hanya ada dalam diri manusia, tidak ada didalam hewan atau tumbuhan.

We need to go out to PREACH the real God. Tuhan yang sebenarnya yang menciptakan langit dan bumi, telah menjadi manusia yang bernama Yesus Kristus. We need to desperately tell them, JESUS is LORD. He is JEHOVAH the Savior. Sampai hari ini, saya masih melatih diri untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di jalan, juga kepada teman kantor saya tersebut. I tell to the Lord, I do not want to hear my friend die in the lake of fire eternally. Ini adalah TRAGEDI yang paling besar, tetapi hampir seluruh manusia tidak menyadarinya.

Please tell to the world, that Jesus is Lord, and whoever call on His name will be saved!

rivel
SAHABAT GIVING MINISTRY

Yang Paling Banyak Dibaca