Selamat datang ke blog Giving ministry

Giving Ministry (GM) : Sebuah pelayanan kerohanian yang bersifat INTERDENOMINASI yang berada dibawah naungan Yayasan Giving Indonesia (YGI).
Lahir di kota Medan-Indonesia, 31 Januari 2009.

VISI : Menjadi tempat persemaian bagi anak-anak Tuhan untuk menggali dan mengembangkan POTENSI baik secara PROFESIONAL dan APOSTOLIK agar berbuah dan siap memberkati kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia dan Bangsa-bangsa.

Tampilkan postingan dengan label Kesaksian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesaksian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2011

Cerita Menarik dari Kupang

Syalom kawan-kawan penabur

Terima kasih untuk semua taburan yang telah masuk sampai saat ini. Karena ada taburan dari kawan kawan inilah maka roda pelayanan di Kupang bisa terus berputar dan bergerak (Yeh 1:21)

Ada beberapa pengalaman lucu yang saya alami selama melayani di Kupang dan berikut ceritanya :

1. Ketika saya mendoakan seorang mama yg sakit, kemudian setelah doa selesai,mama berhasil sembuh total, lalu salah satu keluarga mama bilang gini :"Makasie banyak yah pak Fendy, Puji Tuhan ada pendeta orang manado yang mau bantu kami berdoa". Setelah saya jelaskan bahwa saya ini keturunan cina bukan manado, barulah saya mengerti bahwa keluarga mama gak pernah nyangka ada orang cina yang mau jadi hamba Tuhan dan melayani di Kupang..

2. Ketika saya sedang naik bemo (kalo di bandung kita bilang angkot-red), ada yg bertanya seperti ini: 

  • Penanya : 'Mas, mas ini orang cina bukan yah?'
  • Fendy    : 'Iya saya orang cina''
  • Penanya : 'Koq tumben mas, orang cina naik bemo'.

Saya tertawa dalam hati karna memang di Kupang ini saya juga belum pernah lihat orang cina naik bemo...tapi gak papa lah nanti pasti Tuhan berkati berlimpah biar punya motor atau mobil sendiri...AMIN...AMIN

3. Pas saya lagi cari bemo terus ada konjak (kayak kondektur nya) narik-narik tangan saya

  • Konjak : 'Ayo mas, naik bemo yg ini saja'.
  • Fendy  : 'Sonde (tidak-red) om..maaf yah'.
  • Konjak : 'O mas orang cina...mari mas koko naik bemo yg ini saja'.
  • Fendy  : 'Aduh uda beta (saya-red) bilang om, beta sonde mau naik bemo'.

Ada-ada aja kelakuan konjak-konjak ini...walaupun mereka memanggil saya koko tapi kalo memang saya gak mau naik bemo masak dipaksa-paksa hehehe

4. Pas saya lagi kunjungan ke kost-kostan mahasiswa yg mirip kayak kos2an di pelesiran (salah satu area kost2an anak ITB di bandung-red), tiba-tiba ada om yang nyapa saya

  • Omm  : 'Mas, mas ini orang cina kan yah?'
  • Fendy : 'Iya om, napa gitu?'
  • Omm  : 'O sonde mas, beta bingung saja koq ada orang cina yg tinggal di sini, mas punya istri orang NTT yah?'
  • Fendy : 'Sonde om,,beta masi nyong (bujangan) blum punya istri'
  • Omm  : 'O beta kira mas pung (punya) istri orang NTT makanya tinggal di Kupang, mana ada orang cina mau dtang ke daerah kyk gini'

Saya tertawa terbahak2...pantesan orang-orang di daerah kost-kostan itu selalu melotot kalo saya jalan di daerah situ...Mereka bingung siapa cewek di sana yang jadi istri saya..Halah.. halah..susah juga jadi orang cina melayani di NTT

Walaupun banyak yang memandang aneh dengan panggilan yang sedang saya kerjakan, saya percaya bukan kebetulan Tuhan menetapkan saya di Kupang...Saya beriman bahwa hidup pelayanan yang saya kerjakan di kupang tidak sia-sia, dan Tuhan pasti pakai sion kupang untuk terus berkembang sampai ke kota-kota lainnya...

Terima kasih banyak para penabur karena kawan-kawan semua yg telah menabur maka saya bisa menuai jiwa-jiwa di kota Kupang. (Yoh 4:38)


Salam Hangat.
Fendy

Rabu, 21 Desember 2011

Tuhan, Berkati Rahim Rohaniku agar aku memiliki keturunan rohani di kampusku

Kesaksian dari Herty Rita , Pelayan di persekutuan SION (Bandung):

Syukur Puji Tuhan untuk apa yang sudah Yesus lakukan dikayu salib untuk menebus setiap dosa-dosa kita. Kita anak-anakNya yang hidup di dalam Dia adalah orang-orang yang hidup didalam janji-janjiNya dan apa yang difirmankanNya adalah IYA DAN AMIN.

Puji Tuhan selama kurang lebih 4 tahun ini saya tertanam di sion, melayani serta menjangkau ITHB (institut Teknologi Harapan Bangsa - Bandung) yang dimana Tuhan tempatkan saya kuliah di kampus ini dan memiliki hati untuk kampus ini. Puji Tuhan di kampus ini, Tuhan percayakan saya 11 orang untuk saya muridkan dari angkatan 2008-2010. Lama saya menantikan dan merindukan ada keturunan rohaniku dari kampus ini untuk tertanam di pelayanan sion, yang melanjutkan visi yang diberikan Tuhan atas sion untuk kampus ini yaitu “Menjadi tempat persemaian bagi mahasiswa untuk memberkati ITB, kampus-kampus, Indonesia sampai kepada bangsa-bangsa”.

Saya kunjungan, komsel dan membagikan tentang pelayanan kampus atas anak-anak rohaniku tapi semuanya seperti sia-sia. Sempat hati ini sedih, bahkan di tingkat 4 pun saya belum melihat ada anak-anak rohaniku yang tertanam di sion. Tetapi Tuhan baik percaya Dia Bapa yang setia akan janjiNya, dan karena tanganNya yg memegangku saya tetap beriman atas kampus ini (Ibrani 11:1 “iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” dan Ibr 11:11 “Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia).

Dimasa-masa penantian, Tuhan mengingatkan saya tentang perjanjian Allah dengan Abram bahwa dari anak kandungnyalah yang akan menjadi ahli warisnya (Kej 15:5 “Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitungkah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”). Puji Tuhan, Dia Bapa yang membawaku untuk tidak melihat dengan mata jasmaniku tetapi melihat dengan apa yang Tuhan firmankan dan kuat kuasaNya atasku. Percaya hal yang sama yang Tuhan dapat kerjakan atas ITHB yang sepertinya sunyi sepi.

Puji Tuhan untuk kasih setiaNya yang besar, pada H-CAMP (retreat Penjangkauan) tgl 4-6 Nov kemarin 2 orang anak 2011 yang Tuhan pertemukan dengan caraNya yang ajaib yang saat ini Puji Tuhan mereka adalah keturunan rohaniku ikut serta dalam H-CAMP (retreat Penjangkauan) tersebut. Puji Tuhan mereka dilawat dan dijamah Tuhan begitu rupa dan di H-CAMP ini mereka dibaptis Roh Kudus. Sungguh luar biasa rasanya melihat mereka yang begitu antusias dan bersemangat mengikuti setiap sesi demi sesi dan tidak merasa canggung dengan teman-teman yang datang dari kampus-kampus lain. Bersyukur saat ini mereka memberikan diri untuk tertanam di sion. Firman Tuhan katakan di Yes 35:10 “dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh”.

Sungguh bersyukur dan terkagum-kagum atas apa yang Tuhan kerjakan, sekalipun rasanya sulit dan berat tapi Dia Bapa yang selalu memegangku untuk tetap bertahan dan semangat mengerjakan kampus ini. Setiap air mata dan doa tidak ada yang sia-sia. Sekalipun penuaian datang di masa-masa kelulusanku hal itu membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, Dia tak pernah ingkar janji dan gagal atas hidup kita. Firman Tuhan di Maz 37:4-5 “dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak”.AMIN.

Doaku semoga tulisan ini dapat memberkati teman-teman dan memberikan kekuatan bagi kita untuk tetap kuat dan semangat dalam masa-masa penuaian ini, Firman Tuhan katakan di Mat 9:37-38 “...Tuain memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Firman Tuhan juga katakan di Gal 6:9 “..., kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah”. Percaya kita pasti akan menuai dari apa yang telah kita tabur, karena ketika menabur pasti kita menuai.AMIN. PRAISE THE LORD ^_^
Puji Tuhan buat semua, kemuliaan hanya bagi nama Tuhan yang layak ditinggikan dan disembah.
I'm amazed by You, Lord...

Gbu all (^_^)
Salam Kasih,
Herty Rita

Senin, 19 Desember 2011

MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT

Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana diIndonesia.

Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.
Silahkan baca dan dihayati.*


*MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT** – - -

Sebuah perenungan, Buat para suami baca ya….. istri & calon istri
Juga boleh…Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi,usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan

terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran menyuapi dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur.

Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun,dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka,sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu

tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak…….

bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” .Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2″sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak,dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya.”Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah…..tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian..sejenak kerongkongannya tersekat,…kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun.

Coba kalian Tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV

swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan

kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.”Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi(memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan.

Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya,dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya,apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya.Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,”

Salam
copas Milis Sion

Sabtu, 17 Desember 2011

Kisah sahabatku di Pulau SUMBA

Ini cerita rekan saya Parlin. Tahun 2000 saat kami masih kuliah, suatu kali kami ketemu di perpustakaan Umum. Parlin cerita kalau mimpinya sebelum kenal KRISTUS adalah Memiliki mobil sport Mewah dan ditemani beberapa perempuan cantik dan seksi. saya ingat banget cerita itu. sekarang setelah mengenal Kritus, berubah 180 derajat :)
Inilah salah satu ceritanya yang sangat membakar diriku pribadi :

(4 december 2011) Ketika penerbangan yang saya tumpangi perlahan-lahan turun dari ketinggian ribuan kaki di langit Sumba NTT, untuk mendarat di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, pikiran saya melayang-layang ke 3 tahun yang lalu ketika saya pertama kali menjejakkan kaki di tanah ini. Hari itu saya benar-benar merasa out-of-place. Seumur hidup saya telah bertumbuh di kota-kota besar, melihat bandara-bandara yang tertata rapi, penjagaan ketat, ruang tunggu yang besar…sebaliknya saya telah sampai ke ruangan tunggu kecil dipenuhi ratusan manusia berkulit gelap, sebagian merk bawa golok, sebagian pake sarung sumba, ikat kepala dan barang-barang yang berserakan dimana-mana…

Timpangnya keadaan Indonesia bagian Timur dibandingkan pembangunan yang pesat di Indonesia bagian Barat semakin terasa ketika mobil yang membawa saya ke kota Waikabubak, Kab. Sumba Barat melewati desa-desa kecamatan. Tidak ada bangunan tingkat dua, rata-rata bangunan rumah yang terbuat dari batako tidak diplester dan tidak dicat. Bahkan banyak rumah masih terbuat dari tepas dan seng atau rumah-rumah panggung dengan atap ilalang. (Dan ini di pinggir jalan raya propinsi, bagaimana dengan pedalamannya ? )

Mengikuti data Badan Pusat Statistik mengenai kemiskinan di Sumba, sangat mengiris hati. Sumba Barat sebagai yang paling miskin diantara Kabupaten-kabupaten yang lain memiliki angka penduduk miskin 43,78%, hampir setengah dari penduduknya. Artinya di negara dunia ketiga :Indonesia yang dianggap miskin oleh negara lain, ada daerah-daerah di bangsa kita, yang kita sendiripun anggap miskin.


Kebutuhan NTT, bahkan pulau Sumba ini saja: salah satu dari gugusan pulau NTT, sangat besar secara jasmani dan rohani. Siapa saya untuk memberkati pulau ini ? Saya benar-benar merasa tidak cukup. Yang saya tahu Tuhan telah pimpin saya ke pulau ini dan itulah yang cukup. Kasih KaruniaNya atas saya, itu cukup. Dan saya mulai melakukan apa yang saya bisa – apa yang biasa saya lakukan di mahasiswa - : saya berdoa, saya kunjungan ke sekolah-sekolah, menetapkan jadwal penginjilan disekolah-sekolah, saya mengajar komputer, saya berkotbah dan Yesus menepati janjiNya. Ketika saya pergi, Dia bersama saya.

Masa-masa itu begitu indah: tangisan pertobatan memenuhi kelas, banyak yang kepenuhan Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa baru serta bernubuat, anak-anak SMA yang datang dan mencium tangan saya ketika akan pulang, menampung 8 orang anak dan memuridkan mereka, bahkan memberi makan 23 ekor babi, membersihkan kandangnya, menyikat badan babi, dan dampratan dari orang tua yang anaknya saya layani adalah romansa tersendiri bagi saya. Romansa saya bersama Tuhan Yesus :).

Sering kali saya hanya ditemani 2 orang ke desa-desa yang jauh tanpa listrik, menset generator dan proyektor untuk memutar film Yesus ketika orang desa berbondong-bondong datang ditengah kegelapan malam. Pkerjaan luar, pekerjaan siang, pekerjaan malam membuat saya perlahan-lahan berbadan gelap. Beberapa orang berkata saya mulai mirip orang NTT, dan penampilan saya jadi seperti orang kampung. Tidak apa, disurga saya yang akan tinggal di kota :).

Suatu kali, disuatu daerah pedalaman Kecamatan Kodi, duduk dibelakang pick-up saya melihat kearah gunung-gunung dan bertanya-tanya dimanakah Bandung itu. Jujur, hari itu adalah hari yang sangat berat. Tekanan pelayanan, tekanan finansial, rasa letih membuat saya bertanya-tanya kenapa Tuhan begitu istimewakan saya untuk tinggal di tempat terpencil ini sementara banyak rekan saya tidak perlu hidup demikian.

Saya menangis dan menangis dihadapan Tuhan. Kemudian Roh-Nya memperlihatkan betapa beruntungnya saya. Saya ingat dengan tabungan hasil kerja, saya telah berangkat ke Sumba – sebagai misionari tanpa gaji dari lembaga manapun. Setelah semua perongkosan tabungan saya tinggal 2 juta rupiah. Hari itu saya duduk diatas pick-up pelayanan yang kita tidak dapat dari kirim proposal dan mengemis kiri-kanan. Cukup beruntung, bukan ? Sementara rekan-rekan hamba Tuhan lain masih naik sepeda ontel menyisiri lereng pegunungan mencari satu jiwa.

Namun lebih dari berkat finansial, saya mulai mengingat wajah-wajah dari ribuan anak SMA yang sudah saya layani – banyak dari mereka berkuliah hari ini, puluhan desa yang telah saya kunjungi, ratusan orang yang telah kita ajar komputer, puluhan pendeta yang diberkati dengan pelayanan Injil kita dan rasa capek saya sudah terbayar. Bahkan ketika saya menulis artikel ini, saya sedang ada di Sumba menyelesaikan beberapa urusan administrasi pelayanan, dan kita diberikan kesempatan untuk menabur beberapa kardus baju bekas, satu kardus buku pelajaran dan beberapa ratus majalah Get Fresh untuk pelayanan-pelayanan pedesaan. Kemuliaan bagi Tuhan ! Yesus Kristus layak untuk menerima hadiah atas penderitaanNya di kayu salib.

Satu hal yang saya pelajari : agama Kristen tidak sanggup mengubahkan Sumba. Hanya Kristus yang sanggup ubahkan Sumba. Di NTT, gereja ada setiap sekian ratus meter. Tapi kehidupan moralitas didalam dan diluar gereja adalah sama. Gereja menjadi bagian dari tradisi. Ibadah tanpa kekuatan untuk meluruskan kehidupan moralitas. Inilah yang membuat NTT semakin bertambah buruk. Tanggung jawab ada pada gereja. Karena gereja tidak lagi memberikan teladan kehidupan moral yang benar, gereja bahkan menjadi ajang politik dan sosial bagi sebagian orang. Sehingga garam yang tidak berasa itu akhirnya dibuang dan diinjak-injak orang.

Adalah bagian kita, mahasiswa untuk mengkotbahkan Yesus yang memanggil orang berdosa pada pertobatan. Yesus mati untuk dosa kita supaya kita mati terhadap dosa kita. Seradikal mungkin, setidak kompromistis mungkin. segiat mungkin, kita mengabarkan kabar ini dan memperlihatkan Kristus, melalui kehidupan pribadi kita yang kredible dan berintegritas. Dunia akan menentangnya, teman-temanmu yang tidak kenal Tuhan berusaha mencibirnya. Tapi mereka membutuhkannya. Mereka bahkan menjadi orang pertama yang akan menginjak kita apabila kita berhenti mengabarkan Yesus yang membenci dosa, dan apabila kita mempraktikkan kehidupan moralitas yang bercela.

Maz 117:1 berkata : Pujilah Tuhan hai segala [suku] bangsa. Mari berikan alasan bagi suku-suku bangsa untuk memuji Dia. Mari menyebarkan kekaguman akan Tuhan di generasi kita. Mari bertandinglah dalam kehidupan iman yang benar ! Mahkota surgawi menunggu kita.

B’Parl

Kamis, 15 Desember 2011

Lagu Dunia Memperlambat Pertumbuhan Rohani

Syalom semua..
Perkenalkan saya Christine Oktaviani Desain Produk 2006
Ingin share sedikit tentang kebenaran yang mengubahkan saya...

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati
Roma 12:1

Ketika saya dimuridkan tingkat pertama, Tuhan mulai mewahyukan kepada saya tentang satu kebenaran mengenai manusia rohani. Saat itu saya masih menyukai lagu-lagu sekuler dan saya masih menganggap semua jenis musik adalah hal yang menjadi bagian dari hidup saya sehari-hari.

Ketika itu, saya datang ke sebuah seminar di persekutuan Sion (awalnya saya agak malas untuk datang, tapi entah kenapa akhirnya datang juga). Saat itu, di seminar itu dibagikan kebenaran tentang manusia rohani. Manusia terdiri dari tiga, yaitu roh, jiwa dan tubuh. Banyak dari kita yang tidak benar-benar menyadari bahwa roh kita adalah pelitaNya Tuhan dan bagaimana hidup kita dipengaruhi oleh kekuatan roh kita. Roh kita harus dapat memerintah atas jiwa dan tubuh, bukan sebaliknya jiwa dan keinginan daging yang lebih kuat dari roh kita.

Pro 20:27 Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.
Kita yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah anak-anak terang di dalam
Dia. Kalau kita adalah anak-anak terang, maka kita pasti tidak ingin melihat kegelapan. Maksudnya kita tidak akan lagi menginginkan hal-hal yang dari gelap (si jahat).

Mat 5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Untuk membangun manusia rohani, kita perlu mengerti bahwa panca indra di tubuh kita adalah gerbang untuk segala sesuatu masuk ke roh kita. Karena itu kita harus berhati-hati dengan apa yang kita lihat dan dengar. Jika kita menerima hal-hal yang benar maka roh kita akan dibangun, tetapi jika kita menerima hal-hal yang merusak, maka roh kita tidak akan terbangun dan menjadi lemah.

Luk 11:34-36
Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.
Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.
Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya."

Kita perlu sungguh-sungguh menjaga roh kita, dan berhati-hati dengan apa yang kita ijinkan masuk ke dalam hati (roh) kita. Apa yang kita lihat dan dengar yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, tidak boleh kita ijinkan berkuasa atas kita.

Dari kebenaran tersebut, Tuhan mengajar saya untuk mulai menjaga apa yang saya lihat, dan apa yang saya dengar.
Tuhan mulai bicara untuk saya meninggalkan lagu-lagu sekuler yang saat itu masih saya sukai.
Awalnya saya masih berusaha menolak pengertian dan suara Tuhan yang saya terima (karena daging saya masih menyukai hal-hal dunia), tapi firman Tuhan berbicara begitu kuat. Akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan lagu-lagu sekuler dan berkomitmen untuk tidak lagi menikmati lagu-lagu tersebut untuk kepuasan jiwa saya.
Ada masanya saya berpikir saya terlalu rohani, ketika saya melihat orang-orang di sekitar (teman-teman seiman) saya masih mendengar lagu-lagu dunia. Tapi Roh Kudus dengan lembut mengingatkan firmanNya, dan puji Tuhan saya bisa melanjutkan apa yang saya sudah komitmenkan bagi Tuhan.

1Jn 2:15 - 16
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Gal 5:17
Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Berhenti mendengar dan menikmati lagu-lagu dunia bukanlah satu hukum Taurat baru. Hal ini merupakan kasih kita untuk Tuhan dengan memberi diri kita dikuduskan bagi Tuhan. Berilah yang terbaik bagi Tuhan, dengan memberi hidup kita bagi Dia. Tuhan menghargai seberapa yang kita beri bagi Dia, tapi keputusan kitalah kita mau memberi yang terbaik bagi Tuhan atau tidak.

Secara khusus, kenapa lagu-lagu sekuler tidak baik untuk kita dengar lagi?
Ada beberapa hal yang perlu kita mengerti..

Pertama, sebagian besar lagu sekuler tidak berisi hal-hal yang sesuai firman Tuhan. Memang tidak semua lagu sekuler berisi hal-hal yang buruk, tapi seperti kita tahu saat ini kebanyakan lagu sekuler bercerita tentang kisah cinta, patah hati, frustasi dan lain-lain. Lebih tepatnya lagu-lagu tersebut tidak berfungsi untuk membangun dan sama sekali tidak menambah pengenalanan dan hubungan kita dengan Tuhan.

Firman Tuhan berkata di Amsal 18 : 21 “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Jika kita menjadi orang yang suka mendengar dan menyanyikan (memperkatakan) lagu-lagu tersebut, lagu jatuh cinta, lagu patah hati dan lainnya, maka tanpa kita sadari, hal tersebut akan kita alami (akan kita makan buah dari perkataan kita).

Kedua, kebanyakan lagu sekuler tidak dibuat untuk menyembah atau menyenangkan hati Tuhan. Lagu sekuler lebih sering dibuat untuk menyatakan kondisi perasaan dan atau memuaskan jiwa manusia (dengan perasaan sedih, senang, atau bahkan marah dalam lagu tersebut). Ketika kita mendengarkan dan menyanyikan lagu-lagu tersebut, maka kita sedang membawa jiwa kita larut dan memuaskan diri sendiri dalam lagu-lagu tersebut. Akibatnya, kita menjadi orang yang mudah terbawa perasaan (labil), mudah senang, marah, karena jiwa kita terbiasa dipengaruhi kondisinya oleh lagu-lagu tersebut.

Kita harus menyadari bahwa kata-kata anak-anak Tuhan dianggap sebagai suatu hukum di alam rohani. Mungkin kita hanya bermain-main memperkatakan atau menyanyikan sesuatu, tapi hal tersebut dianggap penting di alam rohani, dan hal tersebut dapat mempengaruhi hidup kita dan orang lain.

Yakobus 3 : 9-12
Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Yakobus 3 : 9-12 menjelaskan bahwa tidak bisa dari mulut yang sama keluar perkataan yang berbeda. Kita tidak bisa memakai mulut kita untuk menyembah Tuhan sekaligus memperkatan hal-hal yang tidak baik.

Pohon ara tidak menghasilkan buah zaitun, artinya apa yang kita hasilkan (katakan) dipengaruhi dari kondisi kita pribadi. Berhubungan dengan kebenaran mengenai manusia rohani, maka apa yang kita ijinkan roh kita terima (dengar dan lihat) mempengaruhi apa yg kita hasilkan (ucapkan). Karena itu kita harus belajar dan meminta pertolongan Tuhan untuk bisa menjaga apa yang kita ijinkan masuk ke dalam hidup kita.

Mulai saat ini, mari kita lebih lagi merindukan hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan.
Keep growing… Gbu all J

Christine Oktaviani
Sahabat Giving Ministry

SION Raya KUPANG (26 November 2011)

Puji syukur untuk semua kebaikan Tuhan. Entahkah hari ini kita sedang
mujur atau malangpun, hari ini tetaplah “hari yang dijadikan Tuhan” ,
maka dari pada itu, “mari kita bersorak sorai dan bersukacita”

Bulan November di Kupang, kami terus menerus ajarkan, suarakan,
dengungkan, dan kumandangkan kuasa doa, pujian, dan penyembahan.
Jemaat baru mungkin belajar hal baru bulan ini, tapi memang secara
korporat kita para pekerja mau menerobos atmosfer suam-suam di kota
Kupang sampai “sendi-sendi penjara itu goyah” dan “terbukalah semua
pintu” penginjilan

Sabtu, 26 November

Pagi-pagi buta saat teduh selesai sudah. Langsung lanjut keluarin
motor, angkat karung, bawa payung, bersama 3 orang adek kami pergi ke
pasar Oeba. Di sana kami buka lapak jualan pakaian bekas. Rasa malu
saya cukup besar karna muka saya keliatan sekali sebagai orang cina
dan banyak yang nanya saya, “kan kamu orang cina, knapa sampai jualan
pakaian bekas” ,, ha ha ha

Malu pun menjadi malu lebih lagi gara-gara pelanggan tau saya ini
lahir , besar di jakarta dan kuliah di Bandung, dan di Cina. Tapi yah
mau gimana lagi, makanan kita kan “melakukan kehendak Tuhan dan
menyelesaikan kehendakNya”

Yah lumayan lah dari 2-3 jam jualan di sana, kami berhasil dapat Rp
240rb lebih lah. Itupun masih sisa banyak pakaiannya jadi masi bisa
lanjut lagi kapan hari. Setidaknya kita ada usaha lain mencari uang
selain menunggu taburan. Kan Tuhan tetap bisa, “memberkati apa pun
yang” kita “kerjakan” , tidak selamanya kita diberkati oleh taburan.
Pengeluaran per bulan memang besar, jangan samakan dengan kehidupan di
pulau Jawa yang serba lengkap. Buat masak sop aja kita harus pakai air
galon gak bisa pakai air keran karna kadar kapur dan besi TINGGI
banget… Makanya seminggu di sekre ongkos air galon nya bisa Rp 50
ribu. Berasnya aja juga bisa Rp 340 ribu/minggu belum hitung sayur dan
lauk.

Uang disimpan, kita pun pulanglah. Adek-adek yang tidak jualan, bantu
beres-beres sekre. Huff, panas banget kupang itu. Setelah mandi siang,
(shari bisa mandi 3x loh), langsung kita kumpul doa persiapan buat
sion raya. Saking smangat doa, badan penuh keringat dan mandi lagi
deh…Ha3x..

Langsung deh, kita gerak siapin sion raya. Speaker gak nyala, tali
gitar listrik putus, dan masalah lain-lain tapi HELPS tetap berkepala
dingin. 2 motor pelayanan hari ini bisa dimaksimalin buat jemput dan
beli barang ini itu. Benar-benar terbantu banget. Terima kasih alumni
yang sudah menabur untuk kedua motor ini.

Sion Raya pun dimulai. Dan WAAAAWWW 87 orang yang datang termasuk
saya. Silahkan dilihat di attachment foto yang saya kirim bersama imel
ini. Angka ini terobosan luar biasa walaupun tidak sebanyak sion raya
di Bandung zaman nya angkatan 1994 yang katanya sampai 200 orang dan
memenuhi wisma sejahtera. :D

Saya percaya SION raya hari ini tidak lepas dari andil semua pujian
dan penyembahan yang sudah dinaikan selama sebulan ini. Tergenapilah
Firman Tuhan pada hari ini, “terlepaslah belenggu mereka semua”

Sion Raya hari ini spesial sekali karna hari ini adalah Sion Raya
konser doa. :) Kita berdoa bersama-sama untuk keluarga, studi, kota
Kupang, dan Indonesia..Ada orang-orang baru yang terlihat sangat
menikmati memuji menyembah walalupun baru pertama kali datang ke Sion
Raya..

Pulang SION Raya, kita antar-antar adek-adek yang rumahnya jauh. Satu
hal yang membuat saya bahagia adalah bertambah banyaknya mahasiswa
dari kota Soe yang kita layani. Saya percaya sekali bahwa kota
pengembangan berikutnya setelah kota Kupang adalah kota Soe, kemudian
Kefa, lalu Atambua, dan sampailah kita di DILIIIIIIII, Timor Leste……

FYI, sudah ada jemaat perintisan dari beberapa gereja besar Indonesia
di kota DILI

Kepala agak pusing sdikit karna seharian bergerak kesana kemari tapi
hati sya penuh dengan sukacita. Setelah ngantar-ngantar, makan malam,
mandi, beres-beres sound system, komputer, LCD, dan lain-lain,
tidurlah kita dengan nyenyak. Sungguh besar kasih setia Tuhan tiap
hari….

Sekian dari kami
Salam sejahtera nan hangat dari Kupang
Fendy
SION KUPANG
--
Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya
untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya

Mazmur 102:14

Rabu, 07 Desember 2011

I Have Run To Jesus

Malam ini aku diberkati lagi secara spesial oleh lagu "I give You my heart"-nya Hillsong. Aku tau kalau aku balik kaset itu ke side B, diujungnya akan ada lagu lainnya yg telah sangat menjamah hatiku : "I will run to You". (aku bicara album lama Hillsong "God is in the house").

Belasan tahun yang lalu, aku telah berlari kepada Yesus. Aku berkata "Ya" kepadaNya. Tidak banyak dan hampir tidak ada yg kutahu tentang karismatik, tapi aku berkata "Ya" atas panggilan mengikut Yesus. Dia menjamahku! Dan semakin Dia menjamahku dalam perjalanan, semakin aku terbuka kepadaNya dan mulai memberikan hatiku dan berlari kepadaNya!

Baru-baru ini dalam kotbahku di depan jemaat aku sampaikan : semakin Anda memahami betapa dalam kasih Kristus kepada Anda, maka Anda akan semakin membuka diri kepada Yesus dan bahkan menyerahkan segalanya!

Malam ini aku ingat bagaimana sebagai anak muda aku membuka (sedikit) hati kepada Yesus, minimal aku berkata "ya". Dan aku juga ingat semakin indah Dia dilukiskan di hadapanku, semakin banyak yg kubuka kepadaNya. Sampai kemudian aku tdk lagi menunggu, aku berlari kepadaNya! Aku tau aku memiliki hati, dan itulah yg paling berharga...aku ambil hati itu dan aku berikan kepadaNya!

Aku ingat saat dulu menyanyikan "I give You my heart" (sambil berairmata tentunya), aku sadar bahwa aku sedang "menjual" diriku, aku sedang mendedikasikan diriku, aku rasakan seolah2 saat hatiku kuberikan maka aku tidak akan mengambilnya lagi.

Ada banyak (tp tdk begitu banyak yg bisa diingat) waktu dan situasi dimana cinta tdk selalu terasa menggebu-gebu, mood tdk sesuai dan kita bertindak salah. Tp aku tau bahwa tdk semudah itu aku mengambil hati yg telah kuberikan kepada Yesus! Aku tdk merasa seberhak itu lagi atas hatiku sehingga suka-sukaku utk merasa, bersikap, bertindak menurut mood yg ada. Beberapa kegagalan terjadi, tetapi Anda kembali dan kembali lagi kepada Yesus!

Morris Cerullo sering bilang : kehidupanmu tidak akan sama lagi!

Ya, kehidupanku tdk pernah sama lagi. Malam ini aku pikir2, ada banyak jalan terbuka bagiku meninggalkan Yesus, toh aku jg sadar bbrp kali mengecewakan Dia dan dikecewakan bbrp orang (aku ga pernah dikecewakan oleh Yesus). Tp kehidupanku tdk pernah sama lagi, aku tidak kenal lagi kehidupan tanpa Yesus.

Jadi aku pikir2,"Lord, it's been this far!" Lalu aku teringat bbrp hal dan bilang,"Kau selalu setia, Kau selalu ada di sana...aku ga selalu ada untukMu, tp Kau selalu ada untukku, aku kadang2 ada untuk hal lain, tp bahkan belakangan ini utk mobil pick-up sumba Kau ada di sana!" Maka kupikir aku akan berlari lagi kepadaNya dan mendedikasikan hidupku.

Jd biarlah aku kutip bbrp isi lagu itu :

Lord, I give You my heart, I give You my SOUL...I live for You ALONE!

And I will run to You, and I will run the race until I see Your FACE...oh, LET me live in the glory of Your grace.

dan teman2ku, mari menjadi sekumpulan orang yg berdedikasi kepada Yesus di akhir jaman ini.


Julfrinson
Sahabat Giving Ministry

Friends, for such a time as this

Friends, for such a time as this!

Istilah itu aku asosiasikan dgn Esther dan aku namai anak perempuanku dgn "Esther". Aku tau bahwa Tuhan telah merancang kehidupanku "for such a time as this!"

Friends, THIS time aku telah menjadi begitu central di Pulau Bunyu. Di gereja lokalku aku diakui, di perkumpulan orang2 kristen aku diakui, di perkumpulan orang batak aku diakui. Karena JABATANKU--sama spt krn jabatan Esther--aku diakui. Bahkan baru-baru ini aku yg msh merasa diriku muda hrs duduk di sebuah acara pernikahan anak Toraja dan bertindak sebagai salah satu orang tua krn namaku dicatut di undangan sbg "turut mengundang".

Mordekhai berbicara kepada Esther mengenai "for such a time as this"...dan aku tau Roh Kudus mengambil peran Mordekhai tsb di masa kita.

Tapi kadang...ya, saat kita kurus kerempeng, tdk punya pengaruh, makan ga makan, ga ada yg memandang, saat kita di kampus, kita memandang kepada Yesus yg begitu setia memandangi kita. Kita antusias mencintai Dia. Bagi kita, Dialah segala-galanya...sampai...

Ya, sampai perut kita buncit dan kita berdasi. Kita naik pangkat dan menjadi bagian dari decision maker. Kita memiliki pengaruh dan anak buah. Mobil kita mengkilap dan kita berencana memperbesarnya. Rumah kita sudah atas nama kita sendiri dan kita ingin lebih besar di kawasan lebih strategis. Makanan enak tersedia bagi kita, tdk seperti saat dulu di sekre plesiran atau Tubagus Ismail Dalam.

Saat kita duduk di posisi berpengaruh spt Esther, kita malah tdk memandang lagi kepada Yesus! Kita sibuk dgn perut buncit kita bagaimana kita akan mengecilkannya. Kita sibuk menimbang-nimbang olah raga teniskah atau golf kah yg akan kita kembangkan demi memperkuat posisi lobi? Saat seharusnya sibuk menyelamatkan bangsa Israel yg akan dibinasakan jauh sebelum Hitler lahir, Esther mgkn sibuk merias dirinya. Dia kumpulkan berbagai parfum dan alat rias terbaru dan termahal, dia ingin tampil cantik di depan raja! Mordekhai dan Roh Kudus harus agak keras menyadarkan dia,"Jangan kau kira krn skrg kau punya banyak uang lalu kami hrs mengemis darimu krn keacuhanmu! Utk Israel akan selalu ada pertolongan! Tp ingat, Allah telah mendesain hidupmu utk duduk di posisi berpengaruh spt saat ini! Iblis telah merancangkan kebinasaan, Allah tanpa kita ketahui telah merancangmu utk duduk sbg ratu atau direktur...utk waktu spt sekarang ini!"

Jangan tinggalkan Yesus dan pekerjaannya saat skrg Anda mulai buncit...bukannya Yesus akan kesepian dan merana, tp Anda seharusnya tau bahwa utk tujuanNyalah karirmu itu dikembangkan spt saat ini!

Nah, aku coba mengetuk hati para orang sukses...ya, mgkn memang aku butuh pertolongan...tp sama spt perkataan Mordekhai : utk bangsa israel, utk pelayanan akan selalu ada pertolongan...tp maukah Anda menggenapi destiny-mu?

600-700 orang akan menghadiri ibadah natal yg pertamina akan adakan. Doorprize kami sediakan sangat banyak sebagai permen gula utk dikerubungi semut! Aku punya akses dan itu sangat besar! Friends, ayo kita cetak 1000 buku kecil dan kita bagikan ke orang-orang berharga di Pulau Bunyu ini!

Maukah Anda menjadi berkat di pulau yg tdk pernah Anda impikan ini? Aku perkirakan 3jt rupiah dibutuhkan utk cetak buku ini. Please join with me. Let the people hear the gospel!

Julfrinson Sinaga
Sahabat Giving

Jumat, 02 Desember 2011

Menabur dan Menuai


Menabur adalah jalan rohaniah utk menuai! Sedikit yg Anda punya berpotensi 3 hal :
1). Menjadi semakin sedikit atau habis
2). Menjadi semakin banyak
3). Tetap sedikit

Itu tergantung apa yg Anda lakukan terhadap yg sedikit itu. Anda taburkan, maka Anda akan merasa kehilangan utk sesaat, tp potensi pengembangan 100 kali lipat mjd resiko Anda. Anda simpan, maka itu bisa tetap sedikit atau semakin habis krn dimakan rayap. Anda makan (toh saya butuh makan!), maka itu akan semakin habis!

Orang bijak akan menabur. Petani bijak akan menabur. Orang tuaku sering kali bilang,"Tomat dan cabe di ladang sana utk uang kuliah si a dan b Juli nanti! Jagung yg di ladang sana utk uang kost si a!" Sedikit yg orangtua ku punya, jadi mereka tahu bahwa mereka harus menabur!

Aku mengalami masa-masa dimana gajiku sangat kecil. Ya, sekecil apapun itu sebenarnya cukup utk "asal ada makanan dan pakaian!" Tapi itu tidak cukup utk mimpi-mimpiku! Apakah aku kemudian cari kerja ke perusahaan lain? No! The favor of the Lord is with me! Aku menabur dengan setia. Aku bahkan menabur di luar kemampuanku. Sang petani mungkin akan pulang ke rumah dan berkerut,"Yang kita punya semakin sedikit krn sebagian sudah ditabur di tanah, padahal ada beberapa hal yg akan jatuh tempo!" Tetapi ada yg namanya musim penuaian! Tiba-tiba kebijakan perusahaan berubah utk Anda!

Aku baru 3 minggu mutasi ke remote area! Aku baru saja presentasi di depan presdir kami dan dihadapan para VP. Dan aku baru saja mendengar kabar-kabar meyakinkan bahwa akan segera diberlakukan insentif-insentif utk remote area. Dalam hati aku bilang,"Tuhan, belum lagi efektif yg 3 minggu ini, favor kok sudah bekerja sebegitu jauhnya?" He3x.

Tetapi aplikasi favor itu erat dengan iman, ketaatan dan benih Anda! Berkat ini akan mengejarmu, kata Ulangan! Ishak menabur di musim kelaparan dan menuai 100 kali lipat, kata Kejadian! Itu favor!

Jadi, menaburlah dengan iman! Anda pasti punya impian-impian yg perlu dibiayai...dan itu jauh melebihi "yg penting ada makanan dan pakaian"...krn sebenarnya "kalian yg harus memberi 5000 laki2 saja itu makan!" Dan orang Gerasa itu perlu dimandikan dan dipakaikan pakaian baru! Dan Injil perlu diberitakan ke pelosok2 Sumba!

Tidak ada gaji karyawan kristen yg kecil, mungkin yg ada adalah iman yg kecil dan benih yg tdk ditaburkan!

Julfrinson
(Sahabat Giving)

Yang Paling Banyak Dibaca