Selamat datang ke blog Giving ministry

Giving Ministry (GM) : Sebuah pelayanan kerohanian yang bersifat INTERDENOMINASI yang berada dibawah naungan Yayasan Giving Indonesia (YGI).
Lahir di kota Medan-Indonesia, 31 Januari 2009.

VISI : Menjadi tempat persemaian bagi anak-anak Tuhan untuk menggali dan mengembangkan POTENSI baik secara PROFESIONAL dan APOSTOLIK agar berbuah dan siap memberkati kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia dan Bangsa-bangsa.

Tampilkan postingan dengan label Nelson M Panjaitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nelson M Panjaitan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Januari 2012

GENERATION OF INVINCIBLE GLORY (GIVING) bagian-3

Generation of InVINcible Glory (GIVING)
(Generasi dengan Kemuliaan Yang Tak Terkalahkan) 

 
  • Apakah maksudnya para pendeta akan menjadi pengusaha?
Kalau yang dimaksud gembala menjadi pengusaha tentunya bukan, tapi para gembala mengambil bagian dalam pelayanan Apostolik di Ministry ini. Mereka akan terlibat dalam Program-Program Apostolik dalam penggembalaan anggota dan jiwa-jiwa baru supaya menerima asupan firman yang segar. Para nabi dan nabiah akan menyuarakan pesan-pesan Tuhan, para pengajar terlibat dalam memperlengkapi anggota dalam pemahaman firman secara benar, para penginjil dan rasul akan membantu anggota untuk menerobos Marketplace. Semua itu akan efektif dilakukan lewat radio, buku, tabloid, VCD,dll yang sudah disiapkan oleh Divisi Profesional sebagai bagian dari Ministry ini. Ini sesuai dengan pernyataan Visi GIVING Ministry dalam menumbuhkan dan mengembangkan talenta secara Apostolik dan Profesional.

  • Apa maksudnya Apostolik dan Profesional?
Kedua kata tsb terangkum dalam kata "Integritas", dimana perkataan sesuai dengan perbuatan. Kita banyak menyampaikan pengajaran, nasehat, himbauan, bahkan perintah dalam pelayanan Divisi Apostolik...kita perlu mengaktualisasi hal-hal tsb di Divisi Profesional, misalnya: tidak cukup untuk memberi pengajaran agar Giver tidak khawatir mengahadapi kehidupan, atau menasehati mereka agar senantiasa mengucap syukur...namun mereka juga perlu ditunjukkan "sikap hidup" yang profesional dalam bekerja dan berinteraksi dengan orang lain. Etika profesionalisme tsb menjadi buah dari Pengajaran!

Suasana HUT Giving Ministry yang ke 3
  • Contoh Konkritnya?
Sebenarnya contoh itu terjadi setiap hari di sekitar kita. Pernah tidak melihat "orang Kristen" memotong antrian karena tidak sabar menunggu, sementara yang "non Kristen" di belakangnya dengan penuh sabar dan tersenyum melihat kejadian tsb? Pernah tidak melihat di kantor, orang Kristen justeru paling sering telat bahkan melawan atasan sementara yang " nonton Kristen" selalu rajin datang On-time dan patuh pada atasannya? Jangan heran kalau ada orang Kristen jauh lebih miskin daripada orang non Kristen. Bukan Tuhan tidak memberkati umatNya, namun Tuhan tidak mau berkatNya berubah menjadi kutuk bagi umat pilihanNya karena sikap hati umat yang salah.

  • OK, jadi di GIVING ini ada 2 Divisi, Apostolik dan Profesional?
Ya betul bisa dikatakan seperti itu, tepatnya dengan adanya Yayasan GIVING Indonesia (YGI) maka GIVING Ministry menjadi bagian dari YGI yang fokusnya pada Apostolik. Saat ini hal-hal Profesional masih saya pimpin langsung di bawah unit-unit usaha yakni Holding Medcomm Group (Medcomm Technologies, Medcomm Solution, dan Medcomm Power). Nantinya akan ada orang yang akan ditunjuk sebagai pengurus harian yang fokus untuk melakukan Program-Program KUB, Radio, EO, Tabloid, Audio Visual, dlsb.

  • Program mana saja yang sudah berjalan?
Untuk KUB sudah berjalan sejak GIVING berdiri, namun masih perlu dievaluasi. Program ini memiliki impian agar setiap orang yang kurang mampu (miskin)  dimenangkan sehingga mereka melihat "roh kemiskinan" mampu ditaklukkan. Program KUB ini sudah dilakukan di berbagai daerah seperti Pantai Cermin, Deli Serdang, Mandala, Karo, bahkan Sidikalang. Kami rindu daerah ini dimenangkan bagi Tuhan!

  • Caranya?
Kami mengalokasikan sejumlah dana untuk membeli sesuatu, apakah ternak atau tanaman untuk dikelola langsung oleh jemaat yang dipilih oleh gembala Gereja setempat yang sudah menjadi partner GIVING. Misalnya membeli 50 ekor bebek atau beberapa ekor ayam dengan dana sebesar Rp. 2.500.000,- dengan harapan beberapa bulan kemudian ketika jemaat tsb sudah mampu mengembalikan dana tsb maka dana tsb akan diberikan lagi (estafet) oleh Gembala kepada keluarga lainnya yang kurang mampu. Demikianlah seterusnya sampai seluruh jemaat diberdayakan agar taraf hidup mereka semakin meningkat. Bayangkan jikalau secara simultan ada 5-10 keluarga jemaat yang dipercayakan, maka pertumbuhannya akan luar biasa seperti layaknya konsep MLM. Bedanya dgn MLM, Program ini gratis buat setiap jemaat!

  • Bagaimana dengan sumber dana GIVING?
Sejauh ini masih ditopang oleh pribadi-pribadi yang tergerak untuk menabur, selain itu dari unit usaha, dan pihak eksternal yang rindu menabur setelah mendengar Visi Ministry ini.
Ke depan ketika semua mulai running well, maka sumber dananya akan datang dari berbagai kalangan eksternal lainnya seperti Pemerintah, bantuan asing, dan korporasi lainnya seperti perusahaan, yayasan, dan organisasi lainnya yang tergerak dengan visi GIVING. Tuhan meminta kami untuk memulainya dari diri kami sendiri secara internal. Pada saatnya Spirit Menabur ini akan membuat banyak orang mengucap syukur pada Allah karena Giver sudah diperkaya dengan segala kemurahan hati. Detailnya bisa dibaca pada 2 Korintus 9:6-15.



....bersambung bagian-4

Sabtu, 28 Januari 2012

GENERATION OF INVINCIBLE GLORY (GIVING) bagian-2

Generation of InVINcible Glory (GIVING)
(Generasi dengan Kemuliaan Yang Tak Terkalahkan) 


  •  Kalau begitu tidak tegas donk ?
Spirit Pelayanan ini adalah bagaimana mengaktualisasi Pelayanan Yesus yaitu Kasih dan Pengorbanan. Umat Kristen dan Islam banyak yang berdebat tentang siapa yang akan dikorbankan oleh Abraham, Ishak atau Ismail? Daripada kita menjawab nama, lebih baik kita ingatkan si penanya bahwa keduanya tidak jadi dikorbankan :)

  • Bukankah kita harus berani bersaksi?
Konteksnya bukanlah keberanian bersaksi melainkan Spirit untuk bekerjasama! Kalau saya menjawab Baptisan yang saya yakini maka saya akan gagal untuk bekerjasama. Bukan saja tidak bisa bekerjasama, bahkan timbul lagi ketegangan-ketegangan baru seperti yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya. Ingat, spiritnya adalah fasilitator dan perekat berbagai denominasi.

  • Bagaimana kalau ada anggota GIVING yang mendesak untuk perihal pengajaran tertentu yang sifatnya sensitif ?
Jikalau tiba pada kondisi tsb, maka hamba Tuhan di Ministry ini akan memberi pengajaran sesuai dengan Dogma pengajaran yang diyakininya. Namun wajib memberitahu bahwa jawabannya adalah sebagai jawaban pribadi, bukan sebagai Giver.

  • OK, bagaimana dengan Tata Ibadah?
Kalau yang dimaksud dengan ibadah yang bertepuk tangan atau pilihan lagu yang (maaf) bukan dari buku Kidung Jemaat, saya kira semua denominasi gereja sudah melakukan hal yang sama karena ibadah yang "meriah" dengan pilihan lagu tertentu sudah bukan milik denominasi tertentu lagi... Gereja suku, Mainstream, Lutheran, Anglikan dan lainnya toh tidak memandang itu sebagai "sesuatu yang membedakan".  Kita sudah sama-sama meyakini bahwa model ibadah seperti itu adalah Alkitabiah. Perlu diingat, banyak kali dalam berbagai kesempatan seperti KKR kami justru menaikkan pujian dari Buku Ende dan Kidung Jemaat.

  • Bagaimana kalau dalam Ibadah tersebut ada yang berbahasa Roh?
Tidak masalah. Tidak ada yang bisa "menghalangi" kuasa Roh Kudus. Silahkan saja! Namun kami tetap menekankan bahwa mengatakan 5 kata dalam bahasa yang bisa sama-sama dimengerti jauh lebih baik daripada berbahasa Roh tanpa ada yang menerjemahkannya. Dalam berbagai kesempatan dalam ibadah KKR kami berusaha menahan diri untuk tidak berbahasa Roh demi tujuan bersama, Injil tersampaikan!
Di Ministry ini Anda diajar untuk menghargai perbedaan (denominasi), titik berat kami adalah Kerjasama yang tentunya muncul setelah menyadari adanya persamaan-persamaan diantara denominasi tsb. Bukankah kesamaan yang membuat kita bisa maju untuk sama- sama bekerja?

  • Apakah Ministry ini kelak akan menjadi Gereja?
Tidak! Namun, Semua kami serahkan pada Tuhan Yesus saja. Saya tidak mampu membatasi Tuhan. Logika saya mengatakan bagaimana bisa menjadi gereja, bukankah Program-Program dan Pengajaran yang kami berikan justeru memperlengkapi mereka untuk bisa melayani di gereja mereka masing-masing? GIVING adalah Training Center, pelajaran yang mereka dapat akan bermanfaat di masyarakat, Marketplace, dan gereja.

  • Supaya lebih jelas dan gamblang, seperti apa sih GIVING Ministry itu?
Untuk mudahnya saya sering menjelaskannya dengan gambaran mental, dimana GIVING ini ibarat perusahaan yang dikelola secara profesional oleh para hamba Tuhan (gembala, penginjil, pengajar, rasul, nabi) yang dimulai dengan saya pribadi sebagai pelopor yang berlatarbelakang wirausaha.
Kelak GIVING ini akan memiliki perusahaan-perusahaan percetakan, Media, Radio, EO, Film dokumenter, Universitas, Sekolah Doa dan Pengembangan Diri, Pusat Pelatihan Leadership, dlsb. Saya katakan kepada rekan-rekan pengurus GIVING: bayangkan saja kita ada di dalam satu gedung yang sama dengan ruangan yang banyak, yang setiap harinya disibukkan dengan doa dan pekerjaan ( Labora et Ora).  Gedung besar itu adalah The House of GIVING !
  ....bersambung bagian-3
By : Nelson M Panjaitan
Ketua Dewan Pembina YGI

GENERATION OF INVINCIBLE GLORY (GIVING) bagian-1

Generation of InVINcible Glory (GIVING)
(Generasi dengan Kemuliaan Yang Tak Terkalahkan)

Pada tulisan saya sebelumnya mengenai Giving Ministry, saya katakan bahwa Kemenangan selalu dimulai dengan Pengorbanan (SACRIFICE). Sejarah sudah membuktikan perkataan Tuhan Yesus: kalau mau menjadi yang terbesar haruslah belajar melayani, orang yang rendah hati akan ditinggikan, orang yang " mengambil tempat duduk di belakang" tidak akan mendapat malu. Bahkan dalam beberapa kali kesempatan setelah melakukan berbagai macam mukjizat kesembuhan, Yesus mengingatkan orang yang disembuhkan tersebut untuk tidak memberitahukan perihal kesembuhan itu. Yesus tidak terpikir sedikitpun untuk meraih "popularitas" dalam kesempatan itu. Bahkan ketika DIA hendak digadang-gadangi untuk menjadi raja pun, DIA tolak.

Nilai-nilai Pelayanan ini dilanjutkan oleh murid-muridNya yg menjadi Rasul di kemudian hari. Rasul Petrus, Paulus, Yohanes, dll juga mengajarkan untuk mendahulukan kepentingan orang banyak dan saling mendahului dalam memberi hormat.

Nah, menurut Anda...apa yang terjadi dengan tipikal generasi dimana kita hidup sekarang ini? Bukankah orang-orang berlomba untuk mencari popularitas, nama baik, kekayaan, dan kehebatan dalam berbagai level kehidupan? Kebetulan saya diperkenankan Tuhan untuk bertemu, bergaul, dan minimal berbincang-bincang dengan beberapa orang "terhormat" di negeri ini. Mungkin Anda juga tahu berapa banyak orang yang tergila-gila mengejar kursi untuk menjadi wakil rakyat di DPR, DPRD bahkan untuk posisi-posisi penting di eksekutif (pemerintahan).

Apa pula yang terjadi dengan tipikal Pelayanan di generasi saat ini? Tak sedikit yang agaknya mirip dengan apa yang yang saya tuliskan diatas. Sudah pemandangan yang umum bahwa gereja beraliran berbeda menjadi sulit bekerjasama, padahal tujuannya adalah sama. Perbedaan denominasi menjadi penghalang dalam merebut dan memenangkan jiwa, bukan metode lain dalam melakukan Amanat Agung.

Menyadari fakta tersebut diatas, GIVING terpanggil untuk menjadi Fasilitator yang kiranya mampu merekatkankan persaudaraan sesama Pengikut Kristus dengan cara menitikberatkan Aksi Nyata (Program) daripada hal-hal Dogmatis. GIVING menyadari fungsinya sebagai organ pelayanan yang terpanggil untuk fokus mewujudnyatakan pengajaran yang sesungguhnya sudah diterima masing-masing anggota di gereja masing-masing. Tentu saja GIVING juga melihat bahwa banyak umat yang masih belum mendapatkan asupan pengajaran yang Alkitabiah, sehingga Pengajaran juga menjadi bagian dari pelayanan GIVING, namun tetap membatasi hal-hal yang sifatnya tidak menyudutkan salah satu denominasi. Fokus utama adalah Aksi Nyata lewat Program-Program daripada Pengajaran Dogmatis.

Lebih lanjut mengenai apa dan bagaimana GIVING Ministry, berikut beberapa wawancara dan pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya 3 tahun belakangan ini :

  • Kemana arahnya Pelayanan ini?
Pelayanan ini akan menjadi fasilitator dan sahabat semua kalangan baik Gereja, Ministry, dan organisasi pelayanan lainnya. Giving akan menjadi Training Center Spiritual yang akan memperlengkapi anak-anak Tuhan untuk menjadi berkat di tempat kerja (Marketplace), di masyarakat, di rumah, dan ditempat manapun mereka Tuhan utus.

  • Caranya?
Mempersiapkan materi-materi yang membuat mereka merasa berharga dan percaya diri serta unggul dalam pergaulan komunitas yang sebut diatas. Beberapa Program yang menunjang hal tsb adalah
  1. Seminar Pengembangan Diri, 
  2. Workshop, 
  3. Kewirausahaan (Entrepeneurship), 
  4. Kelompok Usaha Bersama (KUB), 
  5. Kerjasama Bisnis, 
  6. Pelatihan Kecerdasan, 
  7. bahkan KKR.

  • Jadi, bukan melulu hal-hal kerohanian?
Kita bukan gereja, kita hormati panggilan gereja untuk memberi Pengajarannya. Kita mau bantu gereja lewat Program-Program yang membuat umat semakin mengerti arti pengajaran yang mereka dapatkan di gereja mereka masing-masing.

  • Bagaimana kalau di antara anggota ada yang butuh pengajaran atau paling tidak mempertanyakan hal Dogmatis?
Kita akan memberi pengajaran tsb, kita juga memiliki Program Pemuridan bahkan kita mengajak anggota mahasiswa untuk menerobos kampus-kampus agar mahasiswanya dimuridkan. Kalau menyangkut hal Dogmatis, yang sensitif seperti Baptisan maka kami akan serahkan untuk ditanyakan kepada gereja mereka masing-masing.
 ....bersambung bagian-2
By : Nelson M Panjaitan
Ketua Dewan Pembina YGI

Kamis, 26 Januari 2012

SIAPAKAH MUSUH KITA?

Drama singkat oleh Giving Mahasiswa (Parano, Nuel, Lohot)
Efesus 6:12 Sebab kita bergumul bukan melawan darah dan daging, melainkan melawan pemerintah-pemerintah, melawan kuasa-kuasa, melawan penguasa-penguasa kegelapan dari dunia ini, melawan roh-roh jahat di tempat-tempat surgawi.

Setiap kali kita menghadapi orang-orang, lebih-lebih yang jahat atau peristiwa-peristiwa yang dahsyat kita menghadapi yang tampak dan yang tidak tampak, selalu kedua ini saling berinteraksi. Kalau kita menghadapi seorang yang hendak menipu atau mengganggu kita, kita melihat orang itu tetapi dalam dari yang tidak kelihatan ada iblis yang juga ambil bagian dalam kasus itu.

Iblis selalu ambil bagian andil dalam perbuatan-perbuatan jahat bersama-sama dengan orang atau peristiwa-peristiwa yang terjadi. Sebab itu kita harus menghadapi keduanya yang tampak dan yang tidak tampak. Terhadap iblis kita harus berperang melawanya, tetapi terhadap manusia, jangan berperang dengan manusia, jangan berdosa, tetapi hadapi sesuai dengan pimpinan Roh Kudus. Terhadap iblis kita harus berperang sungguh-sungguh. Kalau iblis dikalahkan maka orang itu juga akan lebih lemah dalam niat jahatnya, sebab orang jahat dan iblis itu saling menguatkan. Misalnya dua orang rencana untuk berbuat jahat, mungkin merampok atau membunuh, kalau satu sudah ditangkap Polisi, maka satunya akan menjadi lemah, apalagi kalau yang ditangkap itu otaknya. Begitu kalau kita mengalahkan iblis yang tidak tampak dan mengusirnya maka orang itu akan menjadi lebih lemah karena sendirian, tidak lagi dapat dukungan dari iblis. Ini prinsip penting dalam menghadapi orang-orang dan peristiwa. Misalnya Ayub mengalami perampokan, anak buahnya dibunuh dan hartanya (binatang-binatangnya) dirampas, juga rumah anak-anaknya roboh sebab ada angin ribut dan anak-anaknya mati. Di belakang semua itu ada iblis yang dapat izin Tuhan untuk mengganggu Ayub, jadi selalu ada yang tampak dan iblis yang selalu ambil bagian dalam semua perbuatan jahat, tetapi ia tidak tampak. Ayub menang dalam pencobaan, iblis dikalahkan, ia tidak berdosa, juga menghadapi teman-temannya yang ditipu oleh iblis, maka akhirnya semua problemnya selesai dengan kemenangan yang besar dan berkat Tuhan dicurahkan dengan limpah.
Jadi dalam semua perkara dan malapetaka yang tampak, selalu ada iblis juga mengambil bagian di belakang semua jubah itu, meskipun tidak tampak sebab itu kita harus terus berperang dengan iblis musuh kita itu.

Rabu, 25 Januari 2012

MENGAPA KITA BERPERANG MELAWAN IBLIS?

Dari Kiri ke Kanan : Chris Hasugian (Sekretaris), Pardi Siagian ( koord. Kerohanian ), Jhon H T. Samosir ( Ketua ), Nelson M. Panjaitan (Pembina), Roy J. Siahaan (Pengawas)
I. Menyerang dan bukan bertahan!
  • Yak 4:7-8. Jangan bertahan, tetapi berperang melawan iblis, maka dengan Allah di pihak kita, kita akan menang dan dia akan lari dan kalah. Jangan hanya bertahan dari si iblis tetapi terus menyerang dan selalu mengalahkannya.
  • Kalau kita hanya bertahan, iblis akan terus menerus menyerang Zak 3:1 (menuduh=melawan).
  • Iblis itu seperti singa terus mencari jalan dan kesempatan untuk memerangi kita sampai ia bisa melahap orang beriman.
  • 1Petrus 5:8-9 Pikirkanlah baik-baik, dan berjaga-jagalah, sebab iblis seterumu itu seperti singa yang mengaum-aum, berjalan keliling, mencari siapa yang dapat dilahapnya. Lawanlah dia, dengan iman yang teguh, sebab mengetahui bahwa semua saudara-saudaramu di seluruh dunia mengalami sengsara yang sama. Sebab itu kita harus melawan iblis, bukan bertahan, terus menyerang dan mengalahkannya, rebut jiwa-jiwa dari tangannya.
  • Iblis tidak pernah berhenti berperang melawan umat Tuhan. Kalau dia kalah, dia pergi untuk sementara, lalu kembali lagi mencari waktu dan kesempatan yang baik untuk menyerang lagi. Lukas 4:13 Ketika setan telah mengakhiri semua percobaan itu, ia meninggalkan Dia untuk seketika lamanya.Ingat iblis tidak pernah bertahan, dan tidak pernah berhenti menyerang dan memerangi kita sekalipun ia sudah kalah dan sudah diusir keluar, ia hanya pergi untuk sesaat lalu kembali lagi untuk menyerang! 
  • Kalau iblis tidak menyerang, hanya bertahan, dunia akan jauh lebih tenang dan lebih bahagia. Tetapi iblis tidak pernah hanya bertahan, ia terus menerus menyerang, memakai setiap kesempatan dan mencari, membuat kesempatan untuk menyerang umat Tuhan! Sebab itu kita harus mencari jalan, mencari kesempatan untuk menyerang, mengalahkan dan menjarahi si iblis, jangan sampai terjadi sebaliknya. Jangan sampai dikalahkan dalam kesucian, karunia-karunia, talenta dan kekayaan ilahi kita dijarah, tetapi hal-hal sebaliknya yang harus kita lakukan kepadanya, yaitu terus menerus mengalahkannya dan menyerangnya, jangan bertahan!

II. Kita ini prajurit-prajurit Allah!


1Korintus 16:13 Berjagalah kamu, berdirilah teguh di dalam iman,
lakukanlah dirimu seperti laki-laki, jadilah kuat.

Secara rohani kita ini harus menjadi laki-laki yaitu bisa dan berani berperang terus melawan iblis. Jangan menjadi perempuan yang tidak berani perang, bahkan bertahanpun tidak bisa. Menghadapi manusia jangan bersikap sebagai tentara Allah, jangan berperang melawan manusia, tetapi berani dan berperang terus melawan iblis, sebab kita ini tentara Allah.
Kita ini sudah dididik dengan Firman Tuhan, diberi Roh Kudus yang punya segala senjata ilahi, sudah dilengkapi dengan kuasa doa dan karunia-karunia tetapi hanya sedikit yang maju berperang, bahkan sebagian  hanya bertahan, sebagian tidak berbuat apa-apa. Mengapa? Sebab strategi yang dianut adalah bertahan bukan menyerang.
Juga kesalahan prinsip. Kita harus terus maju berperang dan terus menyerang, memakai setiap kesempatan untuk menyerang iblis dan merebut jarahan jiwa-jiwa yang dikuasai iblis.

Beberapa alasan mengapa tidak pergi perang melawan iblis?
  • a). Sebab bodoh, tidak mengerti,
  • b). Sebab hidup dalam dosa, sehingga tidak di pihak Allah dan ketakutan, dan
  • c). Sebab tidak percaya pada kuasa Allah.
Jangan diam atau bertahan saja, tetapi maju dan pergi berperang dengan segala perlengkapan dan segala hikmat dan kuasa ilahi.

III. Rebut jiwa-jiwa bagi Tuhan!

Mat 28:19, Mrk 16:15. Pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia Kis 1:8 khususnya di kota kita. Ini bukan saja sekedar memberitakan Injil, tetapi sesungguhnya ini perang melawan iblis, merebut dan menjarah jiwa-jiwa dari tangan iblis. Iblis tidak akan menyerahkan begitu saja, tetapi dengan sehabis-habis kekuatan dan siasatnya, ia akan mempertahankan dengan gigih segala yang sudah jadi miliknya.
Lukas 11:20-21 Tetapi jika Aku mengusir setan-setandengan jari-jari Allah,
sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang ke atasmu.

Iblis itu orang kuat yang menjaga miliknya, yaitu orang lama. Kita harus memerangi iblis sampai kalah dan lari dan kemudian merebut jiwa-jiwa dari tangannya dan dengan kuasa Firman dan Roh Kudus berubah menjadi orang baru. Hanya dengan Kristus, orang yang lebih kuat, kita bisa mengalahkannya.

Br// Nelson Panjaitan


Selasa, 24 Januari 2012

3rd Anniversary of GIVING Ministry

Keluarga Besar Yayasan Giving Indonesia
Pengurus Yayasan Giving Indonesia (Kiri-kanan : Jhon H.T. Samosir, Reniwaty Siantury, Paolina I.B, Chris D.G.Hasugian, Roy J.Siahaan, Pardi Siagian, Nelson M. Panjaitan, Eva C. Siburian)
Apa itu Giving Ministry ?

Tuhan kita adalah Tuhan yg kreatif, tak terbatas, dan penuh kejutan.
Di ruangan ini masing-masing kita punya kekhususan tersendiri, baik dlm CARA kita mengenal dan melayani Tuhan, maupun dlm CARA Tuhan memanggil dan memberi tugas pengutusan bagi kita.
Itulah sebabnya ada berbagai macam Organ dalam tubuh Kristus yg unik dan khas dalam melakukan fungsinya masing-masing yang semuanya dipimpin oleh Kristus ( 1 Korintus 12:1-31).
Gereja-geraja, Yayasan-yayasan kerohanian, dan Ministry-ministry lahir untuk "mempercepat" kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Yayasan Giving Indonesia (YGI) dan GIVING Ministry ( GM ) lahir di tengah-tengah kehidupan dimana Mamon semakin hari semakin menancapkan kukunya di semua sektor kehidupan, bukan lagi di halaman dan luar pagar kita tapi sudah mulai menembus ruang-ruang yang lebih dalam bahkan sampai ke ruang Kudus.


Mari kita lihat apa-apa saja yg terjadi di "halaman", yang sudah menjadi isu-isu global:

a. Global Warming yg diakibatkan oleh Ozon yang semakin lama semakin menipis karena meningkatnya frekuensi penebangan liar (baik hutan maupun area-area lain) maupun efek rumah kaca dan industri-industri yang dibangun menyalahi aturan-aturan yang sudah disepakati.
b. Krisis Moneter membuat tingkat pengangguran dan daya beli semakin turun, inflasi tinggi dan devaluasi mau tidak mau harus dilakukan.
c. Alam dan segala mahluk yang ada di dalamnya sudah mulai tak bersahabat kembali.
d. Dll ( msh bnyk isu2 lainnya yg (krn wkt) tdk bisa dipaparkan disini)

Secara garis besar saya melihat bahwa akar dari semua masalah kehidupan ini adalah
KESERAKAHAN manusia.
Semakin bertambah tahun, Egoisme semakin merajalela dalam semua sektor kehidupan kita: 

  1. - Sikap hidup yang penuh konsumerisme. (Mencukupkan diri dengan apa yang ada, menjadi sikap hidup yang sulit di zaman ini)
  2. -Penawaran yang instant dan nikmat seketika menjadi kesukaan favorit. (Pengendalian diri menjadi Pengajaran yang kurang menarik bagi mayoritas orang)
  3. - Perlombaan menjadi yang terhebat, terkaya dan terpopuler. ( Perlombaan Iman menjadi perlombaan yang paling dilupakan di zaman ini)

Dari ke-3 hal tersebut diatas, hal tersebut mengerucut kepada Giving, Pola hidup utama yang Tuhan inginkan. Saya sering mengatakan ini sebagai alat pendeteksi (detektor) kekudusan.
Ketika kita berbicara mengenai Kekudusan, maka kita sedang membahas "pengorbanan", satu hal yg sangat amat sulit di zaman ini!
Ketahuilah, Pengudusan selalu dipenuhi aktivitas "kurban" : kurban bakaran / kurban sembelihan / kurban sajian / kurban keselamatan / kurban penghapus dosa.
Semua kurban ini memuncak pada pengorbanan Yesus di kayu salib...Dia MEMBERI diri-Nya sebagai kurban, "HE GIVES HIS LIFE AS A SACRIFICE, sehingga setiap kita yg berdosa diselamatkan oleh pengorbananNya.

Giving is a SACRIFICE
, Sacrifice is GIVING !
Pengorbanan adalah Giving ! Tidak ada aktivitas "kurban" tanpa Giving (memberi). Pengorbanan Yesus membawa kemenangan dan jaminan keselamatan bagi setiap orang percaya! Tuhan sedang mengatakan: jikalau engkau ingin memenangi " perlombaan dalam kehidupan" ini, tidak ada jalan yg lebih baik dan efektif serta efisien selain "Memberi" ...Giving!

Itulah Spirit dari lahirnya Pelayanan Giving Ministry ini!

Fokus kita adalah MEMBERI, bukan Mengambil dan Mengumpulkan!
Keuntungan ( laba) didapat setelah MEMBERI (menabur)....

Di pelayanan ini, kita semua memiliki pengertian yg sama : Kemenangan selalu dimulai dengan pengorbanan, Masa Panen tiba karena adanya Masa Menabur, Impian untuk "menjadi yg Terbesar" dimulai dari sikap hamba yg mendahulukan kepentingan orang lain, Rendah hati membawa kita ke tempat yang tinggi, membiarkan orang lain lebih dulu menang mengangkat kita menjadi Pemenang Sejati !

Mari Givers, Kehidupan kita adalah Petualangan dalam
MEMBERI...bukan mengumpulkan hormat, menimbun harta, dan meningkatkan Popularitas !!

Kita Murnikan pelayanan kita, apapun keunikan/ kekhasan yg Tuhan beri bagi kita.

Kita mau tunjukkan bhw perbedaan talenta / potensi misteri menjadi "ragam warna" yg akan memperindah pelayanan ini.
Kita mau saksikan pada dunia, sekalipun "Dogma/pengajaran/pengetahuan/
karunia" kita berbeda-beda, kita bisa bekerjasama secara harmonis di ladang penginjilan.
  • kita akan tetap melayani sepenuhnya..sekalipun ada PK atau tdk !
  • kita akan tetap menabur dan menabur..sekalipun dlm masa kekeringan!
  • kita akan tetap sehati Sepikir ...sekalipun mungkin kita tidak tahu makan apa!

Percayalah! ...the Day will come! Harinya akan tiba, TUHAN akan mendatangkan suku-suku bangsa..bahkan bangsa-bangsa..membawa Kelimpahan bagi kita semua!
Mereka akan datang melihat serta berkata : " kami mau ikut Pelayanan Giving ini, karena kami melihat TUHAN ada disini".

Haleluyah !
Br// Nelson Panjaitan
Sent from my iPad

MENUNDA

Banyak orang punya alasan yang logis untuk menunda lain kali, 4 bulan lagi. Kadang-kadang alasannya masuk akal seperti Filipi belum waktunya dituai, belum ada gandum yang matang. Keadaan negaranya masih anti dengan penginjilan, tidak ada yang mau bertobat, seolah-olah ladang belum matang, belum siap untuk dituai. Tetapi Tuhan berkata sekarang sudah matang untuk dituai. Mengapa orang-orang tidak mengerti bahwa setiap saat kita bisa menuai jiwa-jiwa bagi Tuhan? Sebab mata manusia melihat keadaan, tetapi mata Allah yang tahu lebih dahulu berkata: Sekaranglah waktunya, bukan 4 bulan lagi Yoh 4:35. Empat bulan adalah alasan-alasan akal manusiawi, padahal dengan kuasa Allah pasti bisa. Jangan beri macam-macam alasan empat bulan, itu pikiran manusiawi, bukan pikiran ilahi! Dengan Tuhan kita bisa menuai setiap waktu. Mengapa?

A. Roh Pentakosta = Roh penuaian
Kalau Roh Kudus memimpin kita untuk memberitakan Injil, pasti bisa sebab Roh Kudus adalah Roh penuaian. Dimana Roh Kudus memimpin dan bekerja, di situ akan ada penuaian. Ikuti baik-baik pimpinan Roh Kudus, maka di situ, dengan Roh Kudus akan ada penuaian.


B. Setiap saat menyerang dan menjarah setan
Di mana-mana ladang sudah putih, harus dituai Mat 10:37-38. Dalam setiap kesempatan kita harus menyerang iblis dan merebut jarahan jiwa-jiwa dari Tuhan. Pakai setiap kesempatan yang ada, kita bisa mengalahkan setan dan menjarah jiwa-jiwa buat Tuhan.C. Sekarang masih siang, menuailah sebelum malam
Selagi hari siang kita harus bekerja Yoh 9:4. Rebut jiwa-jiwa bagi Tuhan! Jangan tunggu lain kali, kesempatan itu akan berlalu dan seringkali tidak kembali sebab hari-hari umur kita akan selalu lewat, berlalu dan habis!
Begitulah waktu Tuhan menyuruh Paulus ke Makedonia, tidak tampak tanda-tanda bisa menuai jiwa-jiwa, malah Paulus dan Silas dipukuli, dipenjarakan dan dipasung. Seolah-olah semua gagal, tidak ada penuaian. Tetapi Paulus tahu kalau Tuhan menyuruh, berarti Ia tahu pasti ada penuaian dan dengan pimpinan Roh Kudus yaitu Roh penuaian pasti ada penuaian. Paulus terus menyanyi dan berdoa mengalahkan iblis, maka timbul penuaian, lalu Gereja Filipi berdiri. Setiap hari kalau kita dipimpin Roh, akan ada penuaian! Jangan lupa Roh Pentakosta adalah Roh penuaian.

Setiap hari kita bisa berperang dan merebut jiwa-jiwa bagi Tuhan, baik dalam rumah kita sendiri, dalam keluarga dari anggota-anggota Gereja, dalam persekutuan sel, dalam teman, tetangga dan dalam setiap tempat dan kesempatan!

Kamis, 19 Januari 2012

KEHENDAK ALLAH, PERANG BUKAN BERTAHAN

Kita harus berperang melawan iblis, musuh kita
bukan melawan manusia dll. Jangan berhenti berperang melawan iblis. Tuhan menghendaki kita menyerahkan diri penuh kepada Allah, dan dengan aktif melawan iblis, bukan bertahan dari serangan si iblis.

Banyak orang berkata dunia makin jahat, pencobaan makin besar, sebab itu kita harus kuat untuk bertahan menghadapi semua ini. Ini tidak cukup. Strategi Tuhan bukan demikian, tetapi kita harus aktif melawan dan menyerang iblis. Jangan berperang  melawan manusia, apalagi melawan Roh Kudus dengan sadar atau tidak.Itu membuat hidup orang itu berantakan dan celaka ( Kis 7:5)

Kalau kita melawan dan berperang dengan iblis, Tuhan berjanji, “bahwa iblis akan lari daripadamu”. Jangan ragu-ragu, jangan takut, jangan setengah hati, adalah kehendak Allah untuk memerangi iblis!

Tentu dari permulaan kita sudah harus mengerti dan harus memegang prinsip ini yaitu bahwa dengan Allah kita berperang melawan iblis.
Karena itu serahkan dirimu kepada Allah. Lawanlah Iblis, maka ia akan lari daripadamu. Dekatilah Allah, maka Ia akan mendekatimu. Bersihkanlah tanganmu, hai orang-orang berdosa dan sucikanlah hatimu, hai orang-orang yang pikirannya mendua (Yakobus 4:7-8 )

BERTAHAN DALAM KETIDAKPASTIAN

Salah satu pelajaran paling berat yg bisa dipelajari org Kristen adalah bagaimana mempercayai dan tetap memuji Allah pada saat-saat yg tdk pasti antara Janji dan Penggenapannya.
Saya percaya berdiri di tengah-tengah kematian dan penyakit, konflik dan masalah-masalah yg tidak terselesaikan, dan membuat roh kita bangkit serta tetap mengucap syukur kepada Allah merupakan peperangan rohani yg luar biasa!

Izinkan saya menyaksikan kisah yg menguatkan saya di kala saya mengalami hal-hal demikian!

Beberapa tahun lalu ada seorang misionaris yg bernama Tracey yg menaiki mobil dari Afrika selatan ke Mozambique, saat itu ada bus kecil tepat di depannya lepas kendali, berguling keluar dari jalan, menabrak dengan kecepatan 90 km/jam. Para penumpang terlempar keluar dari bus yg terguling. Tracey dan pengendara mobil motor lainnya berhenti untuk membantu dan menemukan adegan yg sangat mengerikan ketika mereka mendatangi korban satu persatu. Banyak orang mengalami luka parah yg mengancam kehidupannya, luka-luka di kepala yg menimbulkan trauma dan terbaring tidak sadar. Seorang wanita tampak jelas sudah meninggal. Ia tdk menunjukkan tanda- tanda kehidupan. Kepalanya menghadap ke punggungnya, dan salah satu matanya berada di pipinya. Misionaris Tracey yg adalah seorang asisten dokter, mengangkat orang-orang yg berdiri di dekat tempat itu dan menempatkan mereka masing- masing di dekat korban yg terluka. Kemudian ia menyuruh mereka utk " Mengucapkan kehidupan dalam nama Yesus. Pada saat saya memandang Anda, saya ingin melihat bibir Anda bergerak! "
Demikian diucapkannya berulang-ulang, dan mereka para korban pun bergerak!
Beberapa menit kemudian, di antara para korban...wanita yg dianggap sbg penumpang yg mati itu pun mulai bergerak dan berteriak. Wanita yg "mati" itu mengerang, memutar kepalanya, dan mulai bernafaskan kembali. Yang membuat orang-orang tercengang, tanda-tanda kehidupan wanita wanita itu makin kuat, dan matanya yg terlepas kembali ke tempatnya. Hal ini mebuat orang-orang lain yg berdoa menjadi makin tekun berdoa utk pasien mereka. Dalam waktu singkat, korban- korban yg tidak sadarkan diri itu mulai sadar dan orang-orang yg luka parah pendarahannya berhenti. Banyak orang yg terluka disembuhkan, dan orang-orang yang sudah pasti mati nyawanya selamat.

Ketika saya membaca cerita tsb, pikiran saya terbayang jika saya berada disana melihat orang-orang yg berdiri di pinggir jalan dan berdoa bahkan dalam situasi yang kelihatannya TIDAK ADA HARAPAN.


Itulah sikap yang harus kita miliki selama masa yg penuh ketidakpastian. Keadaan kita yg bermasalah mungkin berlangsung beberapa hari, bulan, atau tahun, dan bukan hanya satu atau dua jam, tetapi pendekatan kita harus tetap sama. Kita harus memberitakan kebaikan dan kesetiaan Tuhan bahkan juga di tengah-tengah pencobaan, sebelum kita mendapat jawaban.


Ketika berada dalam masa hidup yg tdk pasti, kita seperti para murid- murid Yesus yang juga mengalami kegagalan. Mereka adalah orang- orang yang paling berpengalaman dengan mukjizat di muka bumi pada saat itu. Tidak seorangpun yang telah melihat lebih banyak dan melakukan mukjizat lebih banyak daripada mereka, tetapi mereka menghadapi sesuatu yg tdk berhasil mereka dapatkan jalan keluarnya.

Hal tsb masih terjadi pada saat ini. Kita mungkin menemukan diri kita menghadapi problem yang sama dan tidak tahu dimana alat- alat yang dibutuhkan untuk memberikan solusi. Namun, itu tidak berarti problem kita tidak dapat diatasi. Ada kuasa dalam pengambilan ketetapan dalam hati kita bahwa "Allah selalu baik sepanjang waktu, dan bahwa kehendakNya untuk menyembuhkan dan membuat kita sejahtera tidak berubah" ..apa pun yang kita lihat dalam dunia jasmaniah.

Kita harus bersikap tenang karena mengetahui bahwa 2 hal telah dijamin untuk kita:

Pertama, dalam setiap situasi ketika kita menderita kerugian yg dilakukan oleh pembinasa, segala sesuatu akan bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Apakah Allah merancangkan kejahatan dlm hidup kita? Tidak! Apakah Ia menentukan kita mengalami kerugian? Tidak!. Namun, Ia begitu besar sehingga Ia bisa menang dengan mudah.  Ia bisa menggunakan dosa lama kita atau serangan iblis sekalipun utk menggenapi apa yang Ia kehendaki.

Kedua, Allah kita adalah Allah yang akan membungkam iblis dan akan ada pemulihan nama baik secara utuh dan absolut utk setiap momen kelemahan, penderitaan, kesulitan, siksaan, dan pencobaan yg pernah kita alami. Kita mendapat janji dari Roma 8:18 yg mengatakan " Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zama sekarang ini tdk dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kelak kepada kita."

Kesulitan yang kita alami dalam bidang keuangan, dalam serangan pada keluarga kita atau emosi kita, tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan dalam diri kita.
Pesan saya bagi Givers sekalian, katakan : " Saya sudah membaca bab terakhir...dan SAYA MENANG ! ."

Minggu, 18 Desember 2011

PIKIRAN KRISTUS


Yang dipikir oleh Tuhan itu hanya jiwa-jiwa. Ini satu-satunya yang ada harganya di
hadapan Tuhan, yang lain tidak punya nilai yang kekal. Bumi dan semesta alam ini
diciptakan Tuhan dari tidak ada apa-apa menjadi ada. Pada hari kiamat semua yang ada
akan dilenyapkan sehingga tidak ada apa-apa lagi, yang tersisa hanya satu macam
yaitu jiwa-jiwa manusia yang sudah lahir di dunia dari Adam sampai orang terakhir.
Semua lenyap tinggal jiwa-jiwa manusia dan sebagian ada di Surga, sebagian ada di
Neraka. Inilah satu-satunya yang punya nilai kekal yaitu jiwa. Hati Allah yang kasih
adanya ingin supaya sebanyak-banyaknya masuk dalam Surga. Ini kerinduan dan isi hati
Allah.

Tujuan utama Tuhan adalah merebut jiwa-jiwa supaya selamat. Yang penting dalam hati
dan pikiran Tuhan hanya jiwa-jiwa, ini satu-satunya yang paling berharga di dalam
seluruh dunia dan semesta alam. Buah-buah kita dihitung bukan dengan uang tetapi
dengan jiwa-jiwa. Langsung atau tidak, semua ibadah dan pelayanan kita harus
ditujukan untuk merebut jiwa-jiwa bagi Tuhan, artinya diselamatkan, masuk Surga.

Tuhan tidak tertarik pada uang, emas, berlian atau benda apapun yang berharga di
dunia. Dia juga tidak tertarik pada kepintaran manusia, ilmu, kesehatannya,
prestasinya, karya-karyanya dll, sebab kalau seorang tidak masuk Surga, semua ini
tidak ada gunanya, habis semua, tidak ada yang kekal ( Mat 16:26). Juga, manusia
tidak laku di Surga atau Neraka, sebab keadaannya sudah lain sama sekali, semua
dibakar habis dan tidak ada gunanya lagi, tidak keluar. Hanya jiwa-jiwa yang paling
berharga di dalam pikiran dan penilaian Allah.

Kalau pikiran kita dicocokkan dengan pikiran Allah (punya minat besar pada jiwa-jiwa
untuk diselamatkan lebih dari semua yang lain).. itu menyenangkan Tuhan, sebab cocok
dengan pikiran Kristus. Kalau kita mempunyai pikiran yang cocok dengan Allah yaitu
pikiran Kristus, selalu berusaha memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan dalam keadaan
apapun dan semua yang kita usahakan langsung atau tidak langsung berusaha
memenangkan jiwa, maka kita memiliki hidup yang berkenan kepada Allah seperti waktu
Anak manusia (Yesus) di dunia (Mat 3:17).

Orang seperti ini akan diberi segala fasilitas yang diperlukannya untuk hidupnya
sebab dalam hidupnya ia selalu berpikir dan berusaha untuk mendapatkan jiwa-jiwa
bagi Tuhan. Orang yang mempunyai pikiran seperti ini hidupnya paling beruntung,
sebab Tuhan berkenan kepadanya...rohaninya akan tumbuh dengan pesat, upah dari
jiwa-jiwa yang dimenangkan itu ikut menjadi kemuliaannya untuk kekal.
Juga di dunia Tuhan akan memberi semua fasilitas yang dibutuhkannya, sebab secara
langsung atau tidak, ia selalu berusaha untuk memenangkan jiwa bagi Tuhan. Semua
fasilitas yang diberi Allah, kalau dipakai betul, secara langsung atau tidak
langsung untuk memenangkan jiwa, maka Tuhan senang sekali dan bisa memberinya tanpa
batas.

Jadi fasilitas yang Tuhan berikan kepada umat-Nya, itu juga tujuannya untuk
memenangkan jiwa. Tujuan Tuhan bukan untuk memberi perkara-perkara yang fana dalam
dunia, bukan untuk nomor 1 untuk menjadi kaya, sehat, pintar, berkedudukan,
bersuka-suka sementara dll, tetapi untuk merebut jiwa-jiwa dari tangan iblis.
Karena ini maka Tuhan beri semua fasilitas tersebut.
Fasilitas untuk bersenang-senang akan mudah menjerat orang itu dalam kesukaan dosa
sesaat seperti Salomo dan binasa. Tetapi kalau kesukaannya jiwa-jiwa bagi Tuhan,
maka makin banyak fasilitas akan membuatnya makin bersukacita untuk memenangkan
lebih banyak jiwa bagi Tuhan. Sebab itu orang yang kesukaannya mempersembahkan
jiwa-jiwa bagi Tuhan dialah yang paling beruntung...ia berkenan pada Tuhan. Begitu
juga yang tumbuh dengan baik dan cepat, upahnya banyak dalam kekekalan, bahkan
fasilitas di dunia juga lengkap dan melimpah, serta sukacitanya makin penuh di dalam
Tuhan.

Jadi minat besar untuk jiwa-jiwa, penuh perhatian, hati yang selalu bersukacita
memenangkan jiwa-jiwa adalah kunci hidup sukses dan indah di dalam Tuhan. Inilah
hidup yang cocok dengan hati Tuhan ! Selamat memenangkan jiwa-jiwa, Givers!

By : Nelson Panjaitan
Ketua Dewan Pembina YGI

Yang Paling Banyak Dibaca