Selamat datang ke blog Giving ministry
Lahir di kota Medan-Indonesia, 31 Januari 2009.
VISI : Menjadi tempat persemaian bagi anak-anak Tuhan untuk menggali dan mengembangkan POTENSI baik secara PROFESIONAL dan APOSTOLIK agar berbuah dan siap memberkati kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia dan Bangsa-bangsa.
Rabu, 19 Juni 2024
Minggu, 21 Maret 2021
Rabu, 13 Januari 2021
Berapa lama kamu bersabar dengan kedegilan hati anak rohanimu?
Yer 25:3 "Sejak dari tahun yang ketiga belas pemerintahan Yosia bin Amon, raja Yehuda, sampai hari ini, jadi sudah dua puluh tiga tahun lamanya, firman TUHAN datang kepadaku dan terus-menerus aku mengucapkannya kepadamu, tetapi kamu tidak mau mendengarkannya.
Suatu kesabaran yang luar biasa yang dimiliki oleh Yeremia di zaman itu. Dengan sabar Yeremia terus berbicara atas nama Tuhan kepada umat Tuhan, sampai 23 tahun lamanya tapi bangsa tersebut tidak mendengarkannya.
Berkaca dari hal ini, menjadi bahan refleksi bagi kita para pembimbing rohani. Seberapa sabar kita terhadap anak-anak rohani kita? Seberapa sabar kita melihat anak-anak rohani kita yang lambat bertumbuh? Seberapa sabar kita terhadap mereka yang tidak mau focus mendengarkan kita, tapi sibuk dengan permasahaan dan keingginan mereka?
Doa adalah kekuatan yang tidak terbatas yang Tuhan anugerahkan kepada kita, orang-orang percaya. berdoalah untuk anak-anak rohanimu sampai sesuatu terjadi. Sampai mereka hatinya lembut seperti tanah yang baik yang siap ditaburi oleh Firman Tuhan. Jangan pernah menyerah terhadap mereka, karena ketika kamu menyerah, maka tidak ada lagi kesempatan untuk mereka mengenal Allah. Mungkin hanya kamu satu-satunya yang bisa dia terima sebagai temannya untuk berbagi perasaan dihatinya.
Salam Kasih
Jhon Samosir
Hati untuk mengenal Tuhan
Yer 24:7 Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.
Shalom rekan-rekan leader/pembimbing/pemurid dimanapun rekan-rekan berada. Tahun 2021 ini bagi Giving Ministry, salah satu rhema yang didapat adalah menjadi gembala yang lebih perduli pada domba yang tersesat/terhilang dari kumpulan kawanan. Melihat ayat di Yer 24:7 diatas, kita melihat bahwa dari Tuhanlah hati untuk mengenal Dia dan Dialah yang menggerakkan pertobatan jiwa-jiwa terhilang. Karenanya mari kita naikkan seruan kita, permohonan kita kepada Bapa. Kita mohonkan kiranya Bapa mengirim RohNya melawat anak-anak rohani kita, rekan-rekan pelayanan kita, saudara-saudara PA kita, yang sudah lama tidak lagi ibadah dan bersaat teduh. Kiranya mereka diberikan hati yang baru untuk mengenal Bapa dan mengalami pertobatan yang sejati. Mereka kembali memiliki roh yang menyala-nyala melayani Tuhan.
Kiranya Tuhan memberkati kita semua dan memberikan roh yang taat pada kita semua. GBU
Jhon Samosir
Minggu, 10 Januari 2021
Rhema untuk Giving Ministry di tahun 2021
Selamat tahun baru 2021 bagi kita semua. Tahun 2020 sudah kita lalui. Banyak banget hal-hal baru yang kita hadapi dan semua membuat kita terguncang dan bahkan tidak sedikit yang panik. Tapi dalam semua keadaan itu, kita selalu bersyukur bahwa kita dilayakkan oleh Tuhan untuk memasuki tahun 2021 dalam keadaan sehat dan penuh dengan harapan didalam Tuhan.
Diakhir Tahun 2020, Tuhan banyak membukakan kepada saya mengenai keintiman. Hal yang paling kuat adalah bahwa kehidupan kekal adalah mengenal Bapa dan Percaya pada Tuhan Yesus sebagai yang diutus oleh Bapa adalah suatu pekerjaan yang dikehendaki Bapa. Jadi memasuki 2021 ini, Tuhan ingin PONDASI semua kegiatan dan tindakan kita adalah MENGENAL TUHAN dan PERCAYA PADA TUHAN YESUS sebagai utusan Bapa untuk menyelamatkan dunia.
Dan 11:32 Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak
Dengan mengenal Tuhan, maka kita akan semakin hari semakin kuat. Dengan percaya pada Tuhan Yesus maka kita akan semakin bergairah untuk menjadi seperti Yesus.
Tahun 2021 ini, ada tiga hal yang Tuhan sampaikan kepada saya selaku pemimpin pelayanan Giving.
1. Tuhan ingin kita lebih focus dan lebih tajam memahami Visi Giving Ministry yaitu sebagai tempat persemaian. Persemaian berarti tempat sementara sebelum tanaman ditempatkan di tempat yang seharusnya untuk menghasilkan buah yang lebih banyak. Ditempat persemaian dipastikan benih bertumbuh dengan baik, sehat dan kuat, sehingga saat dipindahkan ke tempat yang lebih luas maka dapat bertahan dari berbagai situasi cuaca dan gangguan.
Demikian yang diharapkan pada Giving Ministry. Para givers diharapkan bertumbuh dengan baik, sehat dan kuat dalam Tuhan, diperlengkapi dengan yang terbaik, sebelum menjalankan panggilan Tuhan atas hidupnya. Giving Ministry sesuai dengan visinya harus semakin berkembang kapasitasnya sebagai tempat belajar dan bertumbuh awal bagi anak-anak Giving. Para Leader, pemurid dan pengajar di Giving Ministry harus selalu mengembangkan kapasitasnya, sehingga Giving Ministry semakin baik sebagai wadah persemaian.
2. Tuhan ingin para pembimbing/pemurid memiliki hati gembala yang sebenarnya, yang berusaha selalu mencari domba-domba yang terhilang/tersesat karena keluar dari kawanan. Tidak mengabaikan mereka yang terhilang. Seperti perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus tentang gembala yang meninggalkan 99 dombanya di tempat yang aman dan pergi mencari seekor dombanya yang tersesat. (Matius 18:12-14; Lukas 15:3-7)
3. Tuhan memberikan ayat pegangan bagi kita di tahun 2021 ini yaitu Kisah 1: 8 "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Tuhan membukakan pada saya suatu rhema, bahwa semua kekuatan kita untuk bersaksi adalah dari Roh Kudus, bukan dari diri kita sendiri. kalimat " di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." memberikan pengertian bagi saya bahwa dalam segala situasi, dalam segala keadaan, dalam segala perasaan, kita harus terus bersaksi. Dalam suka dan duka, kita harus bersaksi. Dalam keadaan sehat atau sakit, kita harus tetap bersaksi. Dalam keadaan sibuk atau tenang kita juga harus bisa bersaksi. Dan lain sebagainya.
Tiga hal diatas, menjadi tuntunan kita untuk menjalani 2021 ini, dengan pondasinya adalah terus berusaha mengenal Tuhan dan semakin hari semakin percaya pada Tuhan Yesus.
Selamat Tahun Baru 2021, Selamat Berkarya Lebih Maksimal Bagi Kemuliaan Tuhan.
Ketua Yayasan Giving Indonesia dan Ketua Giving Ministry
Jhon Samosir
Minggu, 17 Januari 2016
SIAPA YANG NAIK KE ATAS GUNUNG TUHAN?
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Para pengacara yang bersumpah palsu dan saksi yang bersumpah palsu pun juga hakim yang yang memutuskan perkara karena dipengaruhi uang/hadiah pun tidak bisa naik ke atas gunungNya Tuhan.
Mereka yang melanggar janji / sumpahnya terhadap jabatannya, dipastikan tidak bisa naik ke atas gunung Tuhan.
Jhon hts
Rabu, 06 Januari 2016
PROGRAM PEMURIDAN DENGAN PENGHAFALAN AYAT
PROGRAM PEMURIDAN dengan PENGHAFALAN AYAT
Pertahankanlah Identitas Baru Anda dalam Yesus Kristus melalui Penghafalan Ayat!
---
Menyimpan Firman Allah di dalam hati anda akan menolong anda untuk tidak berbuat dosa. Pada umumnya penghafalan ayat memberikan kepada anda kesempatan untuk merenungkan Kebenaran, dan seperti yang dijanjikan dalam Yosua 1:8*, perjalanan anda akan berhasil dan beruntung. Penghafalan ayat akan menambah-nambahkan keyakinan anda dalam hubungan anda dengan Allah serta kemampuan untuk melayani orang-orang lain.
Ayat-ayat ini telah dipilih untuk menolong anda memusatkan diri pada identitas anda yang baru di dalam Kristus dan untuk memperoleh kemenangan dalam peperangan rohani. Jika anda menyimpan ayat-ayat ini dalam ingatan anda, anda akan mempunyai banyak kesempatan untuk sungguh-sungguh mengoreksi kehidupan anda. Dengan demikian anda dapat terus berpegang kuat pada posisi anda di dalam Kristus, dan anda mengalami kemerdekaan melalui kemenangan Anak Allah Terkasih yang penuh sukacita.
Anda pun dapat menggunakan penghafalan ayat sebagai kerangka program pelatihan pemuridan. Misalnya anda mengenal seorang petobat baru atau seseorang yang tidak pernah bertumbuh secara rohani, dan anda harus memuridkannya, tetapi anda tidak tahu bagaimana caranya, ajaklah ia menghafalkan ayat-ayat ini bersama anda, mungkin selama dua minggu. Bahaslah maksud dari ayat-ayat itu dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang melibatkan orang itu. Doakanlah agar ayat- ayat ini merasuk dalam kehidupan anda. Ini adalah cara yang paling sederhana untuk memimpin seseorang menuju kedewasaan di dalam Kristus. Jika anda selesai menghafalkan ayat-ayat ini, Para Navigator telah menghasilkan sebuah sistem penghafalan ayat yang baik sekali agar anda dapat beroleh kemajuan selanjutnya.
------
Kunci keberhasilan dalam penghafalan ayat ialah:
Kutip kata demi kata dengan sempurna
Selain kata demi kata, hafalkanlah juga alamat ayatnya
Kerjakanlah bersama-sama dengan seorang teman
Ulangi satu set ayat setiap hari selama 2-3 minggu
Memulai sesuatu yang baru selalu sulit. Tetapi jika anda telah memulainya, anda akan lebih menikmati kemenangan anda di dalam Kristus.
-------------------------------------------------
DAFTAR AYAT HAFALAN
A. Identitas Baru dalam Kristus
B. Hidup oleh Iman
C. Pembaharuan Budi
D. Peperangan Rohani
E. Memperbaharui Kepercayaan
F. Menghilangkan Perasaan Sakit
G. Hubungan yang Harmonis
H. Mengampuni
I. Mencari Pengampunan
A. IDENTITAS BARU DALAM KRISTUS
1Pet 2:9-10*
1Yohanes 3:1-2*
Efesus 2:10*
2Korintus 5:17*
2Korintus 5:18-20*
[Lanjutan]
A. IDENTITAS BARU DALAM KRISTUS
1Pet 2:9-10* Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umatNya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
1Yohanes 3:1-2* Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan DiriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya.
Efesus 2:10* Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
2Korintus 5:17* Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
2Korintus 5:18-20* Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diriNya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
------
B. HIDUP OLEH IMAN
Galatia 2:20*
Ibrani 11:1,6*
Roma 5:1-4*
[Lanjutan]
B. HIDUP OLEH IMAN
Galatia 2:20* Aku telah disalibkan dengan Kristus, namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi akudan menyerahkan diriNya untuk aku.
Ibrani 11:1,6* Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berpaling kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari dia.
Roma 5:1-4* Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita juga malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan ...
-----
C. PEMBAHARUAN BUDI
1. Ibadah yang Sejati Roma 12:1-2*
2. Kemenangan Atas Dosa 1Korintus 10:13*
3. Peranan Pribadi Roma 12:3-8*
4. Sukses Kolose 3:23-24*
5. Kepuasan 2Timotius 4:6-8*
6. Kebahagiaan Filipi 4:11-13*
7. Jaminan Roma 8:31-34*
8. Terkasihi Roma 8:35, 37-39*
9. Kesukacitaan Mazmur 16:11*
10. Perdamaian Filipi 4:6-7*
11. Arti Hidup 1Korintus 3:12-14*
[Lanjutan]
C. PEMBAHARUAN BUDI
IBADAH YANG SEJATI Roma 12:1-2* Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
KEMENANGAN ATAS DOSA 1Korintus 10:13* Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
PERANAN PRIBADI Roma 12:3-8* Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.
SUKSES Kolose 3:23-24* Apa un juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hambaNya.
KEPUASAAN 2Timotius 4:6-8* Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya.
KEBAHAGIAAN Filipi 4:11-13* Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
JAMINAN Roma 8:31-34* Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi pembela bagi kita?
TERKASIHI Roma 8:35, 37-39* Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang diatas, maupun yang dibawah, ataupun sesuatu mahluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Yesus Kristus, Tuhan kita.
KESUKACITAAN Mazmur 16:11* Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa.
. PERDAMAIAN Filipi 4:6-7* Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
. ARTI HIDUP 1Korintus 3:12-14* Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
----
D. PEPERANGAN ROHANI
2Korintus 10:3-5*
2Korintus 2:10-11*
2Korintus 11:3*
Filipi 4:8*
[Lanjutan]
D. PEPERANGAN ROHANI
2Korintus 10:3-5* Memang kami masih hidup didunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dan perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukannya kepada Kristus,
2Korintus 2:10-11* Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, ~~ seandainya ada yang harus kuampuni ~~, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.
2Korintus 11:3* Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan olah ular itu dengan kelicikannya.
Filipi 4:8* Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
-----
E. MEMPERBAHARUI KEPERCAYAAN
1. Kekurangan Filipi 4:19*
2. Ketakutan 2Timotius 1:7*
3. Dikuasai 1Yohanes 4:4*
4. Kekalahan 2Korintus 2:14*
5. Bingung Yakobus 1:5-8*
6. Perbudakan Galatia 5:1*
7. Kesepian Ibrani 13:5*
8. Harga Diri 2Korintus 5:21*
9. Keberanian Yohanes 16:33*
10. Tertekan Ratapan 3:22-25*
[Lanjutan]
E. MEMPERBAHARUI KEPERCAYAAN
KEKURANGAN Filipi 4:19* Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.
KETAKUTAN 2Timotius 1:7* Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
DIKUASAI 1Yohanes 4:4* Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
KEKALAHAN 2Korintus 2:14* Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenanganNya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
BINGUNG Yakobus 1:5-8* Tetapi apabila diantara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, ~~ yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit ~~, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
PERBUDAKAN Galatia 5:1* Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
KESEPIAN Ibrani 13:5* Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
HARGA DIRI 2Korintus 5:21* Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
KEBERANIAN Yohanes 16:33* Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
TERTEKAN Ratapan 3:22-25* Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaanMu! "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepadaNya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepadaNya, bagi jiwa yang mencari Dia.
-----
F. MENGHILANGKAN PERASAAN SAKIT
Efesus 4:26-27*
1Petrus 5:6-9*a
[Lanjutan]
Kemerdekaan ~~ Ayat Hafalan:
F. MENGHILANGKAN PERASAAN SAKIT
Efesus 4:26-27* Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
1Petrus 5:6-9*a Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah di dengan iman yang teguh
-----
G. HUBUNGAN YANG HARMONIS
Roma 15:1*
Roma 15:5-7*
1Petrus 3:8-9*
Filipi 2:3-5*
[Lanjutan]
G. HUBUNGAN YANG HARMONIS
Roma 15:1* Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
Roma 15:5-7* Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.
1Petrus 3:8-9* Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:
Filipi 2:3-5* ... dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri, dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
------
H. MENGAMPUNI
Efesus 4:31-32*
Matius 18:21-22*
Matius 18:27*
[Lanjutan]
H. MENGAMPUNI
Efesus 4:31-32* Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Matius 18:21-22* Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
Matius 18:27* Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
----
I. MENCARI PENGAMPUNAN
Roma 8:1*
1Yohanes 1:9*
Matius 5:23-24*
[Lanjutan]
I. MENCARI PENGAMPUNAN
Roma 8:1* Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
1Yohanes 1:9* Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Matius 5:23-24* Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
Disadur dari http://m.c3i.sabda.org/book/export/html/5122
Jumat, 25 Desember 2015
Penantian Yesus di peti persembahan
Markus 12:41-44
#Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. #Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
#Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
#Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
Rekan2 Givers.
Yesus seperti kurang kerjaan ya memperhatikan peti persembahan, memandangi orang2 yang memberi persembahan... Dari raut wajahNya terlihat bahwa Dia lama menunggu dengan gelisah dan sedih, karena belum ada persembahan yang menyenangkan hatiNya. MataNya focus ke peti persembahan yang hampir penuh dan mengamati tangan orang-orang yang meletakkan uang persembahan dengan jumlah yang luarbiasa besar dengan dagu mereka terangkat keatas. Tapi itupun ga menyenangkan hatiNya.
Dia melirik ke pengurus sinagoge/gereja saat itu, melihat mereka tersenyum dan saling berbisik bercerita dan memuji para pemberi persembahan besar tersebut. Hati mereka sangat bergembira karena melihat hampir penuh peti persembahan. orang-orang yang memberi jumlah yang besar mereka atur duduknya ditempat-tempat yang terhormat. Murid-murid-Nya juga memuji para petugas sinagog yang profesional yang mendudukkan ditempat-tempat terhormat para penyumbang yang besar.
Berbeda dengan Yesus, yang tetap focus ke peti persembahan dan Dia tetap sedih karena belum ada persembahan yang menarik hatiNya. TIBA-TIBA, sudut mataNya melihat ke arah pintu, dari arah pintu Sinagog masuk seorang janda tua, dengan terbungkuk2 melangkah pelan ke tempat peti persembahan. JUMLAH JEMAAT YANG SUDAH PADAT membuat hanya lorong sempit yang bisa terbentuk untuk jalan ke peti persembahan di depan. Langkah janda yang lambat ini rupanya mulai menghalangi beberapa jemaat yang kaya yang selama ini dikenal sebagai penyumbang yang besar ke sinagog. Situasi ini membuat bisik-bisik pengurus sinagog berhenti dan wajah mereka mulai kesal karena janda yang masuk itu menghalangi pemberi sumbangan yang terbesar.
Mereka mulai mendampingi jemaat kaya tersebut dan mulai mencoba menarik tangan janda tersebut untuk tidak menghalangi jalan jemaat kaya tersebut, ternyata janda itu memiliki tekat yang luarbiasa juga. Niatnya untuk menuju peti persembahan sangat bulat dan tujuannya terlihat tegas di wajahnya. Para pengurus sinagog/gereja kesulitan menyingkirkan janda tersebut. Mereka menghibur jemaat kaya teraebut untuk bersabar, sembari berusaha sedikit kasar untuk mendesak janda tersebut minggir.
Disisi lain, Tuhan sangat menikmati kejadian tersebut. Berbeda dengan pengurus sinagog yang sedang kesal, Tuhan Yesus malah mendapati jantungNya berdebuk kencang seperti menantikan sesuatu yg sangat Dia harapkan sejak tadi. MataNya ga pernah lepas dari janda tersebut. MataNya yang mengamati janda tersebut sejak masuk ke sinagog dan keteguhan hatinya dihadapan pengurus sinagog membuatNya tidak memperhatikan yang lain selain janda tersebut. PerhatianNya total dicuri oleh janda tersebut. Saat janda tersebut mencapai peti persembahan, dengan tersenyum dia meletakkan 2 peser uangnya dan dia bersukacita dan mengucap syukur kepada Allah. Seperti anak mendapatkan hadiah yang lama sekali diharapkannya, demikianlah Tuhan Yesus saat itu. Dia bersorak gembira dan berteriak ditengah-tengah keramaian. Sehingga tempat tersebut hening seketika itu juga dan mulai memandang Yesus yang terkenal itu.
Yesus yang mana penantianNya terpuaskan sekali oleh seorang janda miskin, berdiri, dan dengan bangga Dia menunjuk ke janda tersebut dan memujinya. Dihadapan para muridNya dan para pembesar dan jemaat kaya yang hadir saat itu, berkatalah Yesus dengan lantang: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
Kata-kata itu sangatlah keras dan menusuk hati para pengurus, para murid dan jemaat-jemaat kaya yang hadir, tapi respon mereka sebaliknya. ternyata seruan dan pengajaran Yesus tidak menyadarkan para pengurus sinagog/gereja, buktinya sampai sekarang mereka masih juga melakukan hal yang sama di gerejanya. Mengabaikan suara Tuhan, dan mendengarkan para pendonor terbesar di organisasi gerejanya untuk menentukan arah gereja..Hehehe....
BERTOBATLAH!
Salam kasih.
Minggu, 29 November 2015
KEINDAHAN SURGA DI BUMI.
Roma 10:13-15
Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
......
Banyak orang mencari keindahan dengan pergi tamasya ke tempat-tempat yang indah, yang menarik hati. Alasannya untuk menghilangkan stress dan kejenuhan setelah penat mencari duit dan penuh aktifitas sepanjang minggu.
Padahal keindahan yang sebenarnya ada pada dirinya. Yaitu ketika dia pergi dan menceritakan tentang kasih Tuhan Yesus kepada orang lain.
Karena "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
Mereka yang bergerak untuk penginjilan mereka itulah keindahan surga. KEINDAHAN SURGA DI BUMI ADALAH PARA PEMBAWA KABAR BAIK/INJIL.
GBU
Jumat, 27 November 2015
Melihat belum tentu mengalami.
Matius 28:11-15
Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."
Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
...........
Prajurit yg melihat muzizat kebangkitan, ternyata berhasil dilumpuhkan imannya hanya oleh beberapa keping uang.
Banyak sekali dari tengah-tengah kita, yang mengalami kesaksian tentang Yesus, mengalami Yesus saat punya masalah dan Yesus memberikan pembebasan. Tapi oleh karena karier, melupakan kesaksian tersebut dan menganggapnya tidak penting lagi.
Jangan heran, sungguh-sungguh disaat kuliah dikampus, tidak menjamin sungguh-sungguh saat sudah menerima gaji didunia kerja. Tapi jika di kampus saja sudah tidak sungguh-sungguh pelayanan, harapan apalah yg kita punya padanya untuk sungguh-sungguh pelayanan saat menerima gaji didunia kerja?
Mat 28:11-15, kisah yang sangat menyedihkan. Saksi mata bersaksi dusta. Dusta mereka membuat sampai sekarang dipercaya oleh orang yahudi yaitu mayat Yesus dicuri oleh murid-muridNya.
Orang-orang yang menikmati pelayanan dan dulu bersaksi di depan tentang kebaikan Tuhan dan juga melayani di mimbar sebagai pemusik, WL atau singer, bahkan ikut menjadi pengajar di IBC (intensive bible course) dan penginjilan, tetapi sekarang bersaksi negatif tentang pelayanan dan menyarankan adik-adiknya tidak ikut pelayanan.
Cita-cita pribadi, mengejar karier pribadi, status sosial yang lebih baik, dan hal-hal lainnya yang sifatnya pribadi tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan atau melibatkan Tuhan didalam hal-hal pribadinya, itu yang membekukan hatinya.
GBU
Yang keras menajamkan yang keras
Salom..
Ams 27:17
"Besi menajamkan besi manusia menajamkan sesamanya."
Orang-orang disekitar kita keras sikapnya pada kita karena kita juga keras dalam bersikap selama ini. Besi tidak mungkin ditajamkan dengan kapas atau kayu, tapi harus dengan benda atau material yang sama atau lebih keras dari besi.
Oleh karena itu mari kita belajar untuk berhenti menyalahkn orang disekitar kita yg tidak sesuai dengan hati kita dan belajar memperlakukan mereka seperti Allah menghendakiNya.
Lalu bagaimana kita memperlakukan mereka yang ada di sekitar kita?
Tuhan Yesus mengajar dan menunjukkan bagaimana bersikap terhadap Yudas Iskariot yang sudah diketahuiNya bakal menghianatiNya dan bagaimana bersikap terhadap Petrus yang diketahuiNya akan menyangkalNya 3 kali
Allah sedang mendidik kita, mengajar kita utk memiliki karakter Allah.
By Deifi-Lintongnihuta
Gbu
Percaya padaNya tanpa Syarat
Matius 27:41-42
Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya.
Sesuatu dihatiku berkata bhw sering kita membuat pola yg hrs Tuhan lakukan untuk membuat kita percaya PadaNya. Kita tidak menyadari bahwa pola itu bukanlah rencana Allah yg terbaik buat kita.
Perhatikan ayat diatas, "...Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya." Jika Tuhan turun dari salib, untuk apa kepercayaannya? Krn Rm 10:9-10, kepercayaan yang menyelamatkan adalah percaya bhw Yesus anak Allah yg MATI DI KAYU SALIB untuk dosa manusia, dan bangkit pada hari ketiga. Jd Yesus harus mati di kayu salib, tapi bagi orang yahudi yg buta hatinya berbeda, Yesus hrs Turun dr salib dgn segala keagungan dan keajaibannya dan penuh dgn sinar kemuliaan, mrk dibebaskan dr pemerintahan roma.
Bnyk dikalangan kita seperti ahli2 taurat itu, berkata:
*jika aku lulus sekolah/kuliah dgn nilai terbaik, aku pasti akan melayani Tuhan. Jika nilaiku semester ini bagus, aku akan memuridkan...Heheheh.... kita atur Tuhan melakukan sesuatu dulu sesuai pola kita, baru kita percaya padaNya. Tanpa kita sadari kita membuat posisi kita diatas Tuhan.
*Jika aku dapat pekerjaan dan gaji yang bagus, aku pasti melayani Tuhan...hehehehe...Tuhan bagimu hny sebatas pekerjaan dan gaji yg ga kamu bawa mati. Dia bisa berikan lebih dari itu, tapi pola berpikirmu membatasi imanmu.
*Jika Tuhan menyembuhkan orangtuaku/kakak ku/dll, aku pasti melayani Tuhan...hehehe...bagimu Tuhan hny seorang dokter/mantri yg kamu bayar dgn pelayanan. Jika yg kamu kasihi sakit lagi dan Dia memilih utk tidak menyembuhkannya tapi memanggilnya pulang ke surga, kamu berhenti melayani. Atas kejadian itu kamu bilang bhw Tuhan jahat dan tidak adil. Krn sebenarnya pelayanan bagimu hny pembalasan/pembayaran atas permintaanmu yg dikabulkan Tuhan utk suatu kesembuhan/berkat.
*banyak lagi yang lain, jika.......(yang sesuai dan memuaskn pikiran, sesuai dgn kehendakmu dan mimpimu) maka aku akan melayani Tuhan...hehehe, inikah iman? Inikah penyembahan itu? Inikah sikap seorang hamba?
-Keinginan hatimu terpenuhi, maka kamu baru beriman dan bkata Tuhan itu baik.
-kamu bersukacita dan senang2, maka kamu beriman dan bkata Tuhan itu baik.
-kamu tidak dikecewakan pemimpinmu/pembimbingmu, dan mrk terkesan mjaga hatimu seperti mjaga telur yg gampang pecah, dan berkali2 meminta maaf padamu saat wajahmu terlihat aneh saat ditegur. maka kamu beriman dan berkata Tuhan itu baik bagimu.
TAPI ketika semuanya diluar harapan dan kehendakmu, maka Tuhan menjadi musuhmu dan Dia mjadi Tuhan yang jahat bagimu. Kamu Lari dr pelayanan dan mjadi "anti kristus" (tanpa kamu sadari) dgn menjelekkan pelayanan dan menghalangi orang masuk pelayanan. Menjadi hakim yg tahu segalanya tentang kejelekan orang2 pelayanan dan menceritakannya ke mana2, Mengambil posisi suam2 dan merasa sudah cukuplah bersungguh2 (pensiun dr pelayanan). BERTOBATLAH dan Pahamilah injil /Firman Tuhan.
Selamat beraktifitas, GBU.
Jumat, 22 Februari 2013
ALLAH JURUSELAMAT
pastilah kita akan menjawab: Yesus Kristus. Tetapi, dalam bacaan
hari ini, Allah, bukan Yesus Kristus, yang disapa sebagai
Juruselamat (1a). Rupanya sebutan Allah Sang Juruselamat lazim
dipakai oleh orang Kristen mula-mula, seperti tercermin di dalam
surat-surat pastoral (lih. 1 Tim. 2:3, 4:10).
Apakah yang hendak ditekankan melalui penggunaan frasa ini? Bahwa
Allah adalah sumber keselamatan. Dengan kata lain, kesadaran atas
maksud keselamatan Allah bagi umat-Nya adalah dasar iman kita.
Karya keselamatan Allah itu menuntun kita kepada keyakinan bahwa
Kristus adalah pengharapan kita (1b). Yesus adalah sumber kehidupan
kekal yang menanti kita, juga dasar bagi kemuliaan yang akan
diterima umat-Nya saat Dia datang kembali kelak. Karya keselamatan
Allah itu mewujud di dalam diri Yesus Kristus. Paulus dan Timotius,
yang diakui sebagai anaknya yang sah, mendapatkan panggilan untuk
mengambil bagian dalam pelayanan mewartakan keselamatan tersebut.
Dasar iman ini mengingatkan kita bahwa pelayanan yang terlepas dari
kesadaran akan karya keselamatan dan kehendak Allah hanya
mendatangkan kesia-siaan. Surat Paulus kepada Timotius ini tidak
hanya menyapa Timotius, tetapi juga menyapa kita, pengikut Kristus
pada masa kini. Kita juga dipanggil Tuhan sebagai utusan-Nya untuk
mengabarkan keselamatan. Ya, setelah menerima anugerah keselamatan,
kita pun mendapatkan kehormatan untuk mewartakan kabar kesukaan itu.
--ENO
ORANG YANG TELAH MENERIMA KARYA KESELAMATAN ALLAH
AKAN TERPANGGIL UNTUK MEWARTAKAN KABAR KESUKAAN ITU
Kamis, 21 Februari 2013
RACUN TIKUS
makanan bagi tikus. Si binatang pengerat, mengira benda itu makanan
enak, akan memakannya tanpa curiga. Beberapa jam kemudian, racun
yang terkandung di dalam "makanan" tersebut akan bekerja dan
membunuh si tikus dari dalam.
Cara kerja dosa mirip dengan cara kerja racun tikus tersebut. Pada
awalnya tampak nikmat dan menggoda, tetapi kemudian menghancurkan
hidup kita. Itulah yang terjadi pada Adam dan Hawa di Taman Eden.
Meskipun Allah sudah melarang mereka, Hawa tergoda untuk menikmati
buah pengetahuan karena buah itu terlihat sedap. Godaan ini terasa
lebih kuat lagi karena si ular berkata bahwa buah tersebut akan
membuatnya mengerti hal-hal yang tersembunyi, yang hanya diketahui
oleh Allah (ay. 5). Hawa (dan kemudian Adam) pun akhirnya tergoda
dan melanggar perintah Tuhan dengan mencicipi buah itu (ay. 6).
Akibatnya, Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden dan menanggung
kutukan Tuhan (ay. 16-19).
Dosa memang sangat menggoda pada awalnya, tetapi konsekuensinya
selalu buruk bagi hidup kita. Menjadi kaya dengan korupsi memang
menggoda, tetapi konsekuensi hukumnya berat. Berselingkuh memang
menggoda, tetapi akan menghancurkan keluarga kita. Bolos sekolah
untuk bermain memang menggoda, tetapi dapat merusak masa depan kita.
Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga diri agar tidak tergoda
oleh dosa. Anugerah-Nya menyadarkan kita akan parahnya konsekuensi
dosa dan memampukan kita untuk menolak godaannya. --ALS
SEBUAH LUBANG KEBOCORAN DAPAT MENENGGELAMKAN KAPAL,
SEBUAH DOSA DAPAT MENGHANCURKAN KEHIDUPAN ORANG PERCAYA -- JOHN BUNYAN
Rabu, 20 Februari 2013
BUKAN PENCITRAAN
banyak tokoh iman Perjanjian Lama. Menariknya, penulis hanya
menderetkan kemenangan iman mereka, tanpa menyebutkan satu pun
kegagalan mereka. Jika saat ini terbit biografi semacam itu, yang
isinya hanya hal positif tentang si tokoh, orang bisa jadi akan
mencibir. Buku itu, terutama bagi yang mengenal kehidupan si tokoh,
akan dianggap sebagai pencitraan belaka. Apakah penulis kitab Ibrani
juga melakukan pencitraan?
Salomo mengingatkan, tidak semua hal perlu dibicarakan. Kita perlu
memilahnya secara arif. Inilah tampaknya yang dilakukan penulis
Ibrani. Meskipun setiap tokoh memiliki kelemahan, bahkan ada yang
melakukan dosa mengerikan, ia memilih tidak membeberkan dan
mengungkitnya kembali. Ia memilih menyoroti iman mereka (frasa
"karena iman" muncul 19 kali dalam Ibrani 11). Ini bukan pencitraan;
ini sudut pandang Allah yang penuh anugerah terhadap mereka. Allah
memperhitungkan iman mereka, bukan menimbang antara perbuatan baik
dan perbuatan buruk mereka. Bukankah ini kabar baik yang
menyenangkan, yang membangkitkan sukacita?
Sebagai penerima anugerah, kita bersukacita karena Allah telah
mengampuni segala dosa kita dan tidak lagi mengungkit kesalahan
kita, namun merayakan kemenangan kita bersama-Nya. Kiranya sukacita
itu melimpah dalam hubungan kita dengan sesama: kita memilih untuk
mengampuni dan melupakan kesalahan mereka, serta lebih senang
membicarakan hal-hal yang membangun iman satu sama lain. --ARS
PENCITRAAN MENONJOLKAN KEBAIKAN DAN KEUNGGULAN MANUSIA;
ANUGERAH MENONJOLKAN KEBAIKAN DAN KEUNGGULAN ALLAH
Selasa, 19 Februari 2013
RASA CUKUP
jontrot atau burung pemikat di dalam kandang bertingkat dua dengan
pintu terbuka. Jontrot biasanya burung yang sudah jadi alias rajin
berkicau. Anda juga dapat memakai pulut (getah nangka) dan jontrot.
Cara lainnya dengan merentangkan jaring ikan di antara pepohonan.
Namanya burung, mereka tidak pernah sadar jika itu perangkap.
Dalam suratnya, Paulus menasihati kita agar memiliki dua rasa cukup.
Rasa cukup akan ibadah kita (ay. 6) dan rasa cukup atas kepenuhan
kebutuhan kita (ay. 8). Mereka yang tidak memiliki rasa cukup akan
mengejar dan menginginkan perkara lain untuk memuaskannya. Saat
itulah orang dapat jatuh dalam jerat pencobaan (ay. 9) dan berbuat
jahat (ay. 10). Jerat dalam bahasa aslinya berarti suatu perangkap
yang tidak diduga-duga. Pencobaan datang dengan sangat halus.
Menyamarkan keinginan sebagai kebutuhan -kebutuhan akan makan,
rumah, pakaian, kasih sayang -sehingga kita merasa sudah semestinya
mendapatkannya. Dan, seperti burung yang lengah, kita pun
terperangkap.
Untuk menangkalnya, ya kita perlu mengembangkan rasa cukup tadi.
Ibadah yang cukup adalah ibadah yang melegakan batin, menerangi
hidup, menolong kita untuk mengenali pencobaan, dan menjadikan kita
manusia Allah (ay. 11-12). Sehubungan dengan kebutuhan sehari-hari,
rasa cukup terwujud dalam rasa puas atas apa yang kita miliki, dan
berusaha mendayagunakannya dengan cara-cara yang selaras dengan
panggilan kita sebagai anak Tuhan. --MRT
DALAM RASA CUKUP KITA MENSYUKURI ANUGERAH
DAN JAMINAN PEMELIHARAAN-NYA SETIAP HARI
Senin, 18 Februari 2013
KASIH YANG BENING
kebo". Sebagai hukuman, kedua orang ini ditelanjangi dan diarak
keliling kampung, lalu dikawinkan secara paksa. Wah! Begitu juga
dengan perempuan dalam perikop hari ini. Ia tertangkap basah sedang
berzinah. Anehnya, hanya dirinya -si perempuan -yang ditangkap. Mana
si lakilaki? Ah, tidak adil.
Ini kisah perjuangan melawan ketidakadilan dan penerapan hukum
Taurat secara beku. Orang Farisi dan ahli Taurat menggunakan kasus
itu untuk menjebak Yesus. Mereka mencobai-Nya dengan mengutip hukum
Taurat, yang isinya mempertaruhkan nyawa perempuan berdosa itu.
Yesus, sebaliknya, dengan tenang mengajak orang untuk menghayati
kebeningan hati dalam menilai keberdosaan orang lain. Dia mengundang
kita berintrospeksi sehingga tidak berlaku gegabah, tetapi bersikap
adil.
Dalam pernyataan-Nya kepada orang banyak (ay. 7), Yesus bukan
menyetujui perzinahan. Buktinya, Dia juga berpesan kepada perempuan
itu, "Jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang" (ay. 11). Dengan
pernyataan tadi, Yesus menggugah orang yang suka menghakimi sesama
agar berkaca baik-baik sehingga dapat menimbang perkara dengan
bening. Dan, dengan sikap-Nya, Dia menunjukkan betapa rahmat dan
belas kasihan itu lebih luhur daripada hukum yang kaku.
Apakah kita belajar berlaku adil dengan bersedia melakukan koreksi
batin sebelum sibuk menuding orang lain? Ataukah kita bersikeras
mengukuhi hukum yang kaku, bukannya belajar mengulurkan rahmat dan
belas kasihan? --DKL
PEMIKIRAN HATI YANG BENING MEMBUKA PINTU
UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN DAN MENGULURKAN BELAS KASIHAN
MENANTIKAN PERNIKAHAN
guyonan semacam ini: "Aku ingin Tuhan Yesus segera datang kembali...
setelah aku kawin, setelah aku sukses dalam karier dan kaya raya,
setelah aku beranak-cucu, atau (yang agak rohani) setelah dampak
pelayananku mendunia." Kenapa kedatangan kembali Yesus Kristus
cenderung diasosiasikan sebagai gangguan di tengah keasyikan
aktivitas kita di dunia ini?
Paling tidak ada dua gambaran besar tentang kedatangan Tuhan akhir
zaman. Pertama, kedatangan-Nya seperti pencuri yang muncul mendadak
pada waktu malam. Dia datang untuk membawa penghakiman pada
orang-orang yang hidup dalam kegelapan. Dia datang secara tiba-tiba
di tengah keasyikan mereka menikmati hawa nafsu duniawi (lihat 1
Tesalonika 5:1-11).
Kedua, kedatangan-Nya seperti mempelai laki-laki yang menjemput
mempelai perempuan idamannya. Mempelai perempuan telah siap sedia,
menantikan dengan penuh gairah dan kerinduan. Kedatangan-Nya menjadi
alasan untuk menggelar suatu perayaan yang penuh sukacita,
sorak-sorai, dan kemenangan. Dunia telah dijatuhi hukuman, dan
orang-orang kudus memerintah bersama Dia dalam kekekalan (lihat
Wahyu 19:1-10).
Jadi, bagaimana? Apakah Anda merasa "terganggu" oleh gagasan tentang
kedatangan-Nya kembali, atau sungguh-sungguh siap sedia
menantikannya? Sebagai orang kudus, entah kita meninggal dunia
terlebih dahulu entah kita menyambut kedatangan-Nya selagi masih
hidup, kedatangan-Nya kembali adalah sumber pengharapan dan
sukacita. --ARS
PENGHARAPAN AKAN KEDATANGAN KEMBALI KRISTUS MEMBANGKITKAN
SUKACITA YANG MENGUATKAN KITA MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP
Rabu, 13 Februari 2013
MEMILIH PASANGAN HIDUP
Di dalam kitab Roma 12:1-2 dikatakan bahwa “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Allah adalah sumber dari segala yang sempurna, namun memilih dengan sempurna adalah tanggung jawab kita kepada-Nya, kita harus tahu akan hal ini. Semua yang kita pilih mempunyai konsekuensinya masing-masing dan kita juga harus siap untuk menerimanya karena kita tidak dapat hanya mengandalkan pengetahuan akan kehendak Tuhan saja. Dalam sebuah acara pemberkatan pernikahan, setiap pendeta pasti akan mengajukan satu pertanyaan sebelum kedua mempelai sah menjadi pasangan suami istri, dan pertanyaan itu adalah : “Apakah kita bersedia menerima pasangan kita, baik dalam suka maupun duka, dalam senang maupun susah, dsb.” Anda harus menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban “Ya, saya bersedia!” bukan “Ya, jika Tuhan berkehendak”. Tuhan bertanya kepada kita melalui pendeta tersebut dan pada saat itulah kita membuat keputusan di hadapan Tuhan.
Karena itulah, sebelum kita memilih pasangan hidup kita, mari pastikan bahwa pasangan hidup kita itu adalah pasangan hidup yang cocok dengan kita dan datangnya daripada Tuhan.
Berikut adalah 7 hal yang harus kita perhatikan :
1. Komitmen Untuk Bertumbuh Secara Pribadi Di Dalam Kristus.
Kita harus menemukan pasangan yang sama-sama di dalam Tuhan dan cinta Tuhan. Ini hal yang paling mendasar dari semuanya. Masing-masing dari kita diharapkan punya komitmen bertumbuh secara pribadi, bukan bertumbuh bersama di dalam Yesus. Karena kalau setiap pribadi tidak mempunyai komitmen untuk bertumbuh secara pribadi, maka saat mereka menikah nanti, akan banyak masalah dalam kerohanian mereka, kalau tidak gagal, kerohanian mereka akan saling bergantung. Sedangkan kalau setiap mereka punya komitmen untuk bertumbuh secara pribadi dalam Yesus, maka mereka akan saling support dan menguatkan di saat yang satu lemah, bukannya justru jatuh bersama.
“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.” (Filipi 2:12)
Carilah orang yang "Growing in God" bukan "Glowing in God"!
2. Visi Hidupnya Menyenangkan Tuhan
Satu hal yang harus kita sadari bahwa pasangan kita mempunyai visi dalam hidupnya, bukan hanya sekedar menjalani hidup dan tanpa arah yang jelas. Dan pastikan bahwa visi hidupnya menyenangkan Tuhan. Pasangan kita haruslah mempunyai hidup produktif, mempunyai visi yang jelas, tahu ke mana ia harus melangkah dan mempunyai tujuan untuk/di dalam Tuhan. Menyenangkan Tuhan adalah visi hidupnya dan Tuhan senang dengan visi hidupnya.
“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” (Filipi 1:21-22a)
3. Jujur
Hati pasangan kita ini tulus, bukan berarti bodoh dan mudah dibodohi. Tapi kita dapat melihat dirinya mempunyai hati yang tulus. Meskipun kadang ia dapat berbuat kesalahan namun ia menyesal dan ia mempunyai keinginan untuk hidup benar.
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10)
4. Dewasa dan Tanggung Jawab
Kedewasaan seseorang tidak dapat diukur dari usianya saja melainkan diukur dari sikap dan perilaku yang mencerminkan hidupnya. Dewasa tidak hanya berbicara tentang usia meskipun usia itu penting. Banyak sekali orang yang memang sudah berusia dewasa tetapi sikap dan tingkah lakunya tidak mencerminkan hal itu. Karena itu, kenali pandangan dan cara hidupnya, maka dari itu penting sekali untuk kita berteman dekat terlebih dahulu. Lihat bagaimana cara dia bergaul, bagaimana dia mengambil keputusan, bagaimana dia menyelesaikan masalah, dll. Akan sangat repot sekali kalau kita menikah dengan orang yang belum dewasa dan tidak bertanggung jawab.
“Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.” (1 Kor 13:11)
5. Gambaran Diri yang Baik
Mengasihi diri sendiri tidak sama dengan mengasihani diri sendiri. Orang yang mengasihi diri sendiri tahu bagaimana caranya ia merawat dirinya sendiri.
Kamarnya tidak berantakan, meja kerjanya tidak tampak seperti kapal pecah, penampilannya rapi dan bersih, dsb. Bukan berarti kamar, meja kerja dan penampilannya tidak boleh berantakan namun dia tahu bagaimana cara merawat dirinya supaya kelihatan rapi dan bersih. Apa jadinya jika kita menikah dengan orang yang merawat diri sendirinya saja belum bisa?
“Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:39)
6. Sikapnya Positif Terhadap Hidup
Ia mempunyai sikap yang positif terhadap hidup. Tidak sedikit-sedikit mengomel, menggerutu, menyalahkan orang lain atau juga menyalahkan dirinya sendiri. Memang kadang-kadang kita sering melihat calon pasangan kita gagal, tapi bukan berarti kita harus menghapusnya dari "daftar" kita. Mungkin ada kalanya dia marah, mengomel atau menggerutu karena beberapa kejadian, tetapi yang harus kita lihat adalah bagaimana sikapnya saat dia sedang menghadapi hari-hari ‘normal’nya. Kalau marah-marah dan mengomel itu adalah bagian dari dia, ini yang harus kita pikirkan kembali. Maka daripada itu, pertemanan sebelum pacaran itu sangatlah penting.
“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 4:4)
7. Jatuh Cinta
Di dalam Kidung Agung 8:5-7 mengatakan bahwa, “Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? -- Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau. Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina."
Cinta itu sangat perlu, meskipun point 1-6 terpenuhi tapi apa jadinya kalau kita menikah dengan orang yang tidak kita cintai dan setiap hari sampai seumur hidup kita, kita harus hidup dengannya. Selain gagal, kita juga sedang bermain dengan pencobaan moral yang besar dalam hidup kita, yaitu selingkuh. Dan akibatnya akan semakin fatal karena akan beresiko pada keselamatan pribadi kita.
Ada baiknya kalau kita menikah dengan best friend kita. Best friend tidak sama dengan old friend. Best friend juga bukan berarti kita harus mengetahui lebih banyak dari old friend-nya. Best friend berbicara tentang ikatan friendship yang terbentuk, berbicara tentang rasa saling menghormati satu sama lain, saling menerima, dan saling percaya. Kalau masalah pengetahuan akan masing-masing pribadi, seiring dengan berjalannya waktu, kita juga akan tahu banyak tentang dia.
Milikilah dulu hubungan persahabatan yang sehat dengan si dia. Dukung dia dalam pertumbuhannya, baik rohani maupun karakternya. Jangan tumbuhkan cinta sebelum waktunya karena salah satu buah Roh adalah juga pengendalian diri. Kenalilah dulu dan beri dia kesempatan untuk bertumbuh karena itu akan sangat berdampak bukan hanya untuk kebaikan kita namun juga untuk kebaikannya sendiri.
Jangan campurkan antara kasih dan cinta. Jangan juga campurkan komitmen kita dengan Tuhan dan gereja, dengan cinta. Karena seringkali orang yang cintanya ditolak, ia langsung mundur dari Tuhan dan pindah gereja.
Healing Quote :
“Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.” (Filipi 1:9-11)
TeamPortal (SP)
source : http://hmministry.com
Yang Paling Banyak Dibaca
-
HUBUNGAN ANTARA ALLAH DAN MANUSIA BAIK PADA MULANYA MANUSIA TELAH BERDOSA USAHA MANUSIA SIA-SIA ISA AL-M...
-
Menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran, tetapi menjadi pria sejati adalah masalah pilihan. Kesempurnaan seorang pria dan keserupaan deng...
-
Syalom kawan-kawan penabur Terima kasih untuk semua taburan yang telah masuk sampai saat ini. Karena ada taburan dari kawan kawan inila...


